Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) itu gratis, sehingga pemerintah harus tepat sasaran bagi petani, serta meminta masyarakat melapor jika menemukan pelanggaran agar program berjalan efektif.
Menurut Amran, bantuan tersebut merupakan instrumen pemerintah untuk mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas petani, serta memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
"Saya sampaikan lagi alat mesin pertanian yang dikirim ke daerah itu gratis," kata Mentan Amran dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu.
Amran menyebut alsintan yang disalurkan pemerintah merupakan fasilitas gratis untuk mendukung petani meningkatkan produktivitas dan mempercepat modernisasi pertanian nasional.
Baca juga: Mentan Amran ubah regulasi agar buruh tani bisa dapat bantun alsintan
Menurut dia, bantuan tersebut harus digunakan sesuai peruntukan karena pemerintah mengalokasikan fasilitas pertanian untuk memperkuat produksi pangan dan kesejahteraan petani.
Pemerintah kini melakukan pelacakan terhadap laporan dugaan penyalahgunaan alsintan di berbagai daerah melalui mekanisme pengawasan yang melibatkan berbagai pihak terkait.
Amran mengimbau masyarakat melaporkan apabila menemukan indikasi penyimpangan distribusi bantuan agar pemerintah dapat segera melakukan verifikasi dan tindak lanjut.
Ia memastikan laporan masyarakat akan ditangani melalui koordinasi berjenjang hingga tingkat daerah untuk mempercepat penyelesaian setiap temuan lapangan.
"Silakan lapor ke Pak Amran (jika ditemukan indikasi pelanggaran di lapangan). Ini ada nomor telepon. Langsung kami tindaklanjuti, kirim surat sampai di tingkat Babinkamtibmas, Polsek," ucap Amran.
Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak melakukan praktik curang serta pungutan liar dalam penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian.
Penyaluran alsintan tersebut merupakan bagian dari dukungan subsidi pemerintah di sektor hulu yang wajib diserahkan secara gratis kepada para kelompok tani.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran subsidi sektor pangan sekitar Rp160 triliun pada tahun 2026, demi menjaga kelancaran produksi dan distribusi dari hulu hingga hilir
Baca juga: Mentan kirim bantuan alsintan ke buruh tani di Karawang dalam hitungan jam
Karena itu, pengawasan terhadap bantuan pertanian menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga efektivitas program agar manfaatnya dirasakan langsung oleh petani di berbagai sentra produksi sehingga berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional.
Adapun Amran mengaku menerima 340 aduan masyarakat melalui kanal "Lapor Pak Amran" dalam kurun waktu dua minggu terakhir terkait dugaan penyimpangan sektor pertanian mulai dari permasalahan beras, pupuk, program cetak sawah, termasuk alat dan mesin pertanian.
Ia memastikan segera menindaklanjuti aduan tersebut untuk melindungi petani, konsumen, dan ketahanan pangan nasional.
Baca juga: Pemprov Jateng salurkan 1.507 alsintan dukung modernisasi pertanian
Amran juga mengajak masyarakat yang menemukan dugaan penyimpangan di sektor pertanian untuk menyampaikan laporan melalui kanal "Lapor Pak Amran" di nomor 0811-1312-312. Masyarakat diharapkan menyertakan informasi lokasi kejadian dan dokumentasi pendukung agar laporan dapat diverifikasi secara cepat dan akurat.
Dia juga memastikan identitas masyarakat yang menyampaikan pengaduan akan dirahasiakan dan dilindungi.
Menurut Amran, bantuan tersebut merupakan instrumen pemerintah untuk mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas petani, serta memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
"Saya sampaikan lagi alat mesin pertanian yang dikirim ke daerah itu gratis," kata Mentan Amran dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu.
Amran menyebut alsintan yang disalurkan pemerintah merupakan fasilitas gratis untuk mendukung petani meningkatkan produktivitas dan mempercepat modernisasi pertanian nasional.
Baca juga: Mentan Amran ubah regulasi agar buruh tani bisa dapat bantun alsintan
Menurut dia, bantuan tersebut harus digunakan sesuai peruntukan karena pemerintah mengalokasikan fasilitas pertanian untuk memperkuat produksi pangan dan kesejahteraan petani.
Pemerintah kini melakukan pelacakan terhadap laporan dugaan penyalahgunaan alsintan di berbagai daerah melalui mekanisme pengawasan yang melibatkan berbagai pihak terkait.
Amran mengimbau masyarakat melaporkan apabila menemukan indikasi penyimpangan distribusi bantuan agar pemerintah dapat segera melakukan verifikasi dan tindak lanjut.
Ia memastikan laporan masyarakat akan ditangani melalui koordinasi berjenjang hingga tingkat daerah untuk mempercepat penyelesaian setiap temuan lapangan.
"Silakan lapor ke Pak Amran (jika ditemukan indikasi pelanggaran di lapangan). Ini ada nomor telepon. Langsung kami tindaklanjuti, kirim surat sampai di tingkat Babinkamtibmas, Polsek," ucap Amran.
Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak melakukan praktik curang serta pungutan liar dalam penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian.
Penyaluran alsintan tersebut merupakan bagian dari dukungan subsidi pemerintah di sektor hulu yang wajib diserahkan secara gratis kepada para kelompok tani.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran subsidi sektor pangan sekitar Rp160 triliun pada tahun 2026, demi menjaga kelancaran produksi dan distribusi dari hulu hingga hilir
Baca juga: Mentan kirim bantuan alsintan ke buruh tani di Karawang dalam hitungan jam
Karena itu, pengawasan terhadap bantuan pertanian menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga efektivitas program agar manfaatnya dirasakan langsung oleh petani di berbagai sentra produksi sehingga berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional.
Adapun Amran mengaku menerima 340 aduan masyarakat melalui kanal "Lapor Pak Amran" dalam kurun waktu dua minggu terakhir terkait dugaan penyimpangan sektor pertanian mulai dari permasalahan beras, pupuk, program cetak sawah, termasuk alat dan mesin pertanian.
Ia memastikan segera menindaklanjuti aduan tersebut untuk melindungi petani, konsumen, dan ketahanan pangan nasional.
Baca juga: Pemprov Jateng salurkan 1.507 alsintan dukung modernisasi pertanian
Amran juga mengajak masyarakat yang menemukan dugaan penyimpangan di sektor pertanian untuk menyampaikan laporan melalui kanal "Lapor Pak Amran" di nomor 0811-1312-312. Masyarakat diharapkan menyertakan informasi lokasi kejadian dan dokumentasi pendukung agar laporan dapat diverifikasi secara cepat dan akurat.
Dia juga memastikan identitas masyarakat yang menyampaikan pengaduan akan dirahasiakan dan dilindungi.





