Bantuan pemerintah Australia untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, mulai dikerahkan.
Di Kutai Timur, karhutla mulai berdampak kepada masyarakat. Asap kebakaran di wilayah Sangatta Utara dilaporkan telah memasuki kawasan permukiman.
Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur, Khairunnisanur, mengatakan pihaknya telah menyerahkan sejumlah titik koordinat kebakaran yang menjadi prioritas penanganan melalui operasi water bombing.
"Jadi kami telah menyampaikan kepada mereka titik-titik koordinat yang harus dilakukan tindakan pengeboman atau water bombing," kata Khairunnisanur dikutip dari Antara, Senin (9/11/2026).
Salah satu titik kebakaran berada di Jalan Guru Besar, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara. Di sana, kebakaran telah menghanguskan sekitar 4 hektare lahan. Kondisi lahan yang kering membuat api cepat merambat.
BPBD Kutai Timur telah meminta bantuan penanganan kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Bantuan operasi udara kemudian didatangkan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api semakin mendekati rumah penduduk.
Operasi udara melibatkan dua pesawat yang berangkat dari Balikpapan. Pesawat Lockheed C-130H Hercules bertugas menjalankan misi pengeboman air, sedangkan Cessna Citation berfungsi sebagai pesawat pemandu untuk mengarahkan operasi menuju titik sasaran.
Khairunnisanur mengatakan, penentuan lokasi water bombing dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dari udara.
Prioritas diberikan kepada titik kebakaran yang memiliki tingkat kedaruratan tinggi, berada dekat permukiman, serta memiliki luasan kebakaran besar.
"Nanti dari mereka melakukan pantauan melalui udara untuk menentukan titik koordinat yang sifatnya darurat, dekat dengan permukiman, serta luasannya tinggi," katanya.
Akses Sulit DijangkauKhairunnisanur menyebut kendala utama penanganan di lapangan menghadapi kendala adalah akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau dan luasnya area terdampak.
"Hari ini semua titik api mendekati permukiman, jadi yang penting melakukan tindakan dulu, nanti pelaporan menyusul," ujarnya.
Kondisi ini membuat personel BPBD bersama relawan memprioritaskan pemadaman langsung di titik-titik rawan permukiman.





