Pangsa Pasar LCGC Turun 4,1 Persen

kumparan.com • 19 jam yang lalu
Cover Berita

Marketing and Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani tak menampik penjualan beberapa segmen kendaraan sedang mengalami penurunan. Tak terkecuali LCGC atau Low Cost Green Car.

"Pasar LCGC sekarang tinggal 3 (merek) itu besarnya (pangsa pasar) 16,3 persen saat ini. Padahal dahulu bisa main 21,4 persen, jadi memang penurunannya paling banyak, meski volume penjualannya besar," buka Sri Agung ditemui di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, total distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) seluruh model-model LCGC dari Januari hingga Oktober totalnya 97.556 unit alias berkontribusi 15 persen dari total pasar 635.844 unit.

"Sampai dengan Oktober atau year to date (YTD) dibandingkan tahun lalu, pangsa pasar yang paling turun adalah segmen LCGC yakni 4,1 persen," imbuh Agung.

Tidak hanya LCGC, menurut pemaparan Agung segmen lainnya yang ikut melandai seperti MPV Low sebesar 2,4 persen, kemudian SUV Medium turun 1,1 persen. Semuanya adalah segmen yang selama ini paling banyak diserap oleh pembeli pertama (first buyer).

"MPV Low, LCGC, dan SUV Medium yang di bawah Rp 300 juta itu masih menjadi market paling besar untuk first buyer. Selama ekonomi makro membaik, bisa bergulir, pertumbuhan ekonomi membaik," jelasnya.

Dirinya menambahkan, beberapa faktor yang membuat lemahnya penjualan segmen LCGC adalah penurunan daya beli masyarakat terhadap kendaraan baru. "Jadi kalau tidak ada daya beli dan daya bayar, pastinya akan cukup menantang di sana," pungkas Agung.

Agung tidak menyinggung fenomena tersebut juga dikarenakan efek semakin banyaknya kompetitor baru, utamanya pemain asal China yang kian menawarkan mobil listrik atau battery electric vehicle (BEV) dengan harga yang sangat terjangkau.

Paling fenomenal dan baru terjadi adalah momen penjualan wholesales mobil listrik BYD Atto 1 yang mampu menyalip perolehan seluruh distribusi model-model LCGC di pasaran selama bulan Oktober kemarin.

Sebelumnya, pengamat otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Pasaribu memandang bahwa fenomena tersebut berkat pengaruh dari pola konsumsi masyarakat kelas menengah.

"Fakta bahwa BYD Atto 1 secara kumulatif bisa melampaui LCGC itu sinyal kuat bahwa segmen konsumen rasional di kelas menengah-bawah dan menengah sudah mulai menggeser cara pandang mereka," kata Yannes kepada kumparan.

Menurutnya, saat ini konsumen di segmen tersebut tak lagi sekadar memandang bahwa harga BYD Atto 1 atau LCGC merupakan mobil terjangkau. Melainkan juga dari beberapa sudut pandang lain, utamanya biaya kepemilikan.

"Dari sekadar membeli karena adanya harga termurah yang mampu mereka jangkau dengan keuangannya di showroom menjadi membeli dengan pertimbangan added value terkait dengan biaya total cost of ownership," jelasnya.

"Jadi bukan berarti bahwa seluruh kelas menengah bawah langsung pindah ke EV (electric vehicle), tapi mulai muncul kantong-kantong konsumen yang dulu kandidat kuat pembeli LCGC, kini memilih EV murah seperti Atto 1,” pungkas Yannes.

Sejak meluncur tahun 2013 silam, segmen LCGC kerap menjadi salah satu penyumbang penjualan terbesar kendaraan baru roda empat atau lebih per tahunnya. Mulai tahun 2016, pangsa pasarnya konsisten berada pada angka 20 persen.

Meski segmen kendaraan terjangkau ini sempat terpukul pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19 yang merusak pasar otomotif nasional. Gaikindo hanya merekam distribusi dari pabrik ke diler sepanjang tahun tersebut sebanyak 523.027 unit dengan pangsa pasar 19,67 persen.

Setelahnya, perolehan distribusinya mulai merangkak naik kembali. Pada 2021, LCGC berhasil mendulang angka penjualan sebanyak 146.520 unit alias mengambil 16,51 persen pangsa pasar dari total 887.202 unit.

Kemudian dari tahun 2021 hingga 2024, market share segmen LCGC perlahan tapi pasti kembali bergairah, hingga akhirnya sepanjang tahun 2024 masih bisa mengamankan 20 persen dengan pencapaian 176.766 unit.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Baca juga:

thumb
Jasad Bayi Dibuang di Depan Panti Asuhan 
• 7 jam yang lalurealita.co
thumb
thumb
Update Korban Bencana Sumatra: 303 Jiwa Meninggal
• 20 jam yang lalucelebesmedia.id
thumb
thumb
Berhasil disimpan.