Apakah kamu pernah mengalami patah hati atau merasa sedih akan alasan lain? Manusia lahir dengan bagian otak yang memiliki bagian emosi, kognisi, dan afek. Jadi, sudah pasti kita pernah merasakan emosi kesedihan. Tapi, sadar ga sih? Ketika sedih, kita cenderung melakukan hal yang membuat kita semakin larut dalam kesedihan itu. Misal, dengar lagu yang punya nada dan lirik sedih atau nonton film yang rasanya relate sama keadaan pas lagi sedih. Kok bisa ya? Normal ga sih?
Mengenal Emosi SedihEmosi umumnya dikenal sebagai perasaan marah dan kesal. Nyatanya, emosi adalah sistem respons yang berada pada otak bagian belakang. Sementara perasaan atau tepatnya disebut afek, merupakan pengalaman dasar dari perasaan atau suasana hati.
Menurut Panksepp (2012), terdapat tujuh emosi dasar dalam otak manusia. Salah satu dari emosi dasar itu ialah emosi kesedihan. Emosi kesedihan sendiri memiliki valensi afek negatif. Meski dinilai sebagai emosi negatif, kecenderungan motivasi afek pada emosi ini adalah mendekat (approach motivation).
Motivasi mendekat (approach motivation) adalah sistem disposisional yang mengarahkan individu untuk bergerak menuju suatu stimulus, objek, atau situasi yang dianggap menguntungkan, menyenangkan, atau bermanfaat (rewarding). Umumnya, motivasi mendekat hadir pada afek positif untuk mempertahankan hal yang menyenangkan. Namun, kenapa motivasi ini juga hadir saat merasakan emosi sedih?
Ternyata, ketika kita merasakan emosi sedih, otak memprediksi akan ada reward atau manfaat yang lebih besar jika mendekat daripada menghindar. Otak mengidentifikasi ada empat jenis reward yang akan didapat.
Pertama, reward regulasi emosi. Reward ini adalah kondisi di mana individu menggunakan kesedihan untuk mengubah status emosi sedih tersebut. Individu termotivasi untuk mendekati kesedihan karena dengan begitu mereka akan mampu mengatur dan memurnikan emosi negatif yang terpendam. Singkatnya, untuk mendapat perasaan lega atau melegakan.
Kedua, reward empati. Reward ini menyorot pada bagian sosial individu tersebut. Dengan mendekati rasa sedih, individu akan mendapat kenyamanan dan keterhubungan. Khusus reward ini, spesifik pada cara mendekati rasa sedih dengan mendengarkan musik. Perilaku tersebut bertindak sebagai pengganti interaksi sosial dan dapat menenangkan.
Ketiga, reward imajinasi. Reward ini terkait dengan fungsi kognitif yang dipicu oleh stimulus. Ketika mendekati rasa sedih, proses imajinatif akan terlibat dan memungkinkan pikiran untuk melakukan mind-wandering dan visual mental imagery.
Keempat, reward tanpa implikasi "dunia nyata". Reward ini melekat pada pengalaman estetika. Individu dapat mengalami emosi yang intens berupa perasaan sedih secara mendalam. Namun, dalam proses emosi tersebut, individu tidak akan mendapatkan konsekuensi di kehidupan nyata. Hal tersebut memungkinkan individu untuk mencoba berbagai kondisi emosional yang intens dan berlatih kapasitas sosial serta emosional mereka dalam lingkungan yang aman secara imajinatif.
Mengapa Mendengar Musik Sedih?Emosi sedih merupakan salah satu emosi yang mudah terangsang oleh musik. Saat merasa sedih, karya-karya sedih sering dianggap sebagai karya yang indah dan menyenangkan. Lalu, mengapa kita mendengar musik sedih? Apakah normal mendekati emosi sedih dengan cara ini?
Jadi, alasan utama manusia mendengarkan musik sedih saat merasakan emosi sedih adalah untuk dijadikan sebagai strategi koping adaptif. Didorong oleh approach motivation, perilaku ini bertujuan untuk mendapatkan reward sebagaimana yang diprediksi oleh sistem saraf. Perilaku ini dilakukan bukan untuk membuat diri semakin merasakan kesedihan dan menuju valensi afek negatif. Sebaliknya, hal ini dilakukan karena otak mencari manfaat psikologis dan kognitif dari pengalaman emosional tersebut.
Musik sedih secara unik mengaktifkan mode pemikiran yang membantu pemrosesan internal, yaitu introspeksi dan refleksi diri. Musik sedih mendorong kognisi untuk memikirkan masa lalu, merenungkan masalah, dan melakukan refleksi diri.
Selain itu, pengalaman emosi yang didapatkan dari mendengarkan musik sedih bukan lah emosi negatif secara murni. Pengalaman ini akan membawa otak untuk bernostalgia yang kemudian memunculkan unsur positif dengan mengenang sekaligus unsur negatif dengan kehilangan.
Contoh nyata yang paling dekat dengan manusia adalah ketika mengalami putus cinta atau patah hati. Saat patah hati, individu pasti akan merasakan emosi sedih karena adanya peristiwa kehilangan. Dalam kondisi tersebut, individu berada dalam kondisi afek negatif.
Namun, alih-alih melakukan aktivitas yang dapat mendistraksi rasa sedih tersebut, individu akan cenderung melakukan aktivitas yang mendekati perasaan tersebut. Dalam kasus ini, aktivitas yang dilakukan ialah dengan mendengarkan musik sedih.
Individu biasanya mendengarkan musik sedih dengan nada pelan dan lirik yang dianggap relate akan kondisinya. Perilaku tersebut menunjukan bahwa ia sedang melakukan motivasi mendekat (approach motivation).
Dengan mendengarkan musik sedih, individu akan mulai beradaptasi terhadap perasaan sedih yang dirasakan. Individu tidak bertujuan memperpanjang penderitaan, melainkan untuk mengambil manfaat yang diperlukan untuk moving on.
Setelah patah hati, mendengarkan musik sedih memungkinkan individu untuk melepas air mata atau emosi yang menumpuk. Hal tersebut akan membuat individu merasa lebih lega dan merasalebih baik dibandingkan menahan emosi sedih tersebut.
Saat mendengarkan musik sedih, individu akan merasa seperti mendapat "teman" yang memahami penderitaannya. Setelah itu, individu akan mulai membangun dan membayangkan skenario mereka sendiri. Hal tersebut akan secara otomatis membuat ruang aman bagi individu tersebut.
Kesimpulannya, individu memilih mendengarkan lagu sedih saat sedang mengalami kesedihan, seperti setelah putus cinta, bukan bertujuan untuk memperpanjang penderitaan. Sebaliknya, perilaku ini adalah bentuk dari motivasi mendekat (approach motivation) yang berfungsi adaptif.
Individu cenderung mendekati kesedihan karena sistem reward di otak memprediksi adanya manfaat dengan mendekati emosi sedih. Dengan kata lain, kecenderungan mendengarkan lagu galau adalah strategi yang bertujuan untuk memproses dan mengatasi afek negatif, bukan untuk memperkuatnya.
Oleh karena itu, mendengarkan musik sedih adalah perilaku normal dan fungsional yang membantu proses pemulihan dan pematangan emosional seseorang.