JAKARTA - Pabrikan asal China Jetour tak mau ambil pusing terkait perang harga yang banyak dilakukan di pasar otomotif nasional. Alih-alih tak ikut ambil bagian dalam perang harga, Jetour lebih ingin fokus pada strategi di tahun 2026.
Jenama asal China ini akan terus fokus pada diferensiasi dan memperkuat posisi pasar, terlebih belum lama ini meluncurkan SUV terbarunya bergaya offroad T2, yang tergolong cukup diminati dengan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) mencapai 300 unit lebih.
“Kalau kita lihat lagi, lebih mematangkan strategi yang fokus pada diferensiasi dan posisi, terutama dengan hadirnya T2 ini yang jadi champion model untuk kita, dan semakin clear karena menawarkan kombinasi sempurna,” kata Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia Moch Ranggy Radiansyah, saat ditemui di ICE BSD, beberapa waktu lalu.
Menurut pria yang akrab disapa Ranggy ini, Jetour T2 menawarkan kombinasi sempurna untuk konsumen karena menawarkan kenyamanan untuk pengguna harian, dan ketangguhan khas adventure.
“Jadi posisi kita yang paling solid, menurut kita brand fokus SUV dengan kombinasi yang memenuhi standar kenyamanan untuk individu maupun keluarga,” tambahnya.
Disisi lain, Sales Director PT Jetour Sales Indonesia, Michael Budihardja, mengatakan tahun 2026 akan terus fokus membangun fondasi yang menyeluruh, bukan hanya dari sisi produk saja.
“Kita juga akan terus memperluas jaringan dealer di beberapa wilayah lagi, akan ada 40 dealer,” ungkap Michael.
Selain itu, terkait produk akan mempersiapkan dengan baik serta melakukan road test yang menyeluruh. Jadi, bukan hanya menjual produk saja tapi sesuai dengan kebutuhan pasar.