Keluarga Kelaparan! Warga Sibolga Akui Ikut Menjarah Minimarket, Siap Ganti saat Kondisi Membaik

fajar.co.id • 10 jam yang lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, SIBOLGA — Media sosial kini dipertontonkan aksi masyarakat Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) yang menjarah Gudang Bulog hingga minimarket. Warga yang menjadi korban banjir itu diduga terdesak karena kehabisan kebutuhan pokok.

Di sisi lain, bantuan pemerintah yang menjadi satu-satunya harapan masyarakat yang terdampak banjir dan longsor itu belum mereka peroleh. Kondisi itu memaksa warga menjarah demi memastikan keluarga bisa makan.

Kondisi tersebut setidaknya diakui salah seorang warga yang merupakan warga Sibolga, Sumatera Utara. Dia mengaku menjarah sebuah gerai Alfamart saat wilayahnya diterjang banjir besar beberapa waktu lalu. Hal itu menurutnya dilakukan lantaran tak ada bantuan dan keluarganya kehabisan makanan.

Dalam pengakuannya yang ia unggah di TikTok @galuh.hanna, tindakan itu dilakukan karena terdesak kebutuhan dan bukan niat jahat. Ia berjanji akan mengembalikan seluruh barang yang diambil ketika situasi membaik.

“Kepada pemilik Alfamart sebelumnya saya minta maaf karena saya salah satu yang menjarah toko itu,” tuturnya dalam video yang dikutip JawaPos.com, Minggu (30/11).

“Sebenarnya saya tidak ada niat. Karena keterbatasan makanan dan terjebak banjir, tidak ada uang untuk membeli, tidak ada bantuan sama sekali, akhirnya saya ikut mengambil,” sambung pria tersebut.

Ia mengaku hanya mengambil beberapa bungkus mi instan, air mineral, dan snack. Barang-barang itu langsung dimasak untuk anaknya yang kelaparan.

Meski begitu, pria tersebut menegaskan tetap menyesali perbuatannya dan siap bertanggung jawab tanpa membenarkan tindakan penjarahan tersebut.

“Insyaallah kalau hari sudah membaik dan saya bisa kembali beraktivitas, saya pasti kembali ke toko Alfamart tersebut. Saya akan membayar semuanya,” katanya.

Pria itu kembali menegaskan permintaan maafnya dan berharap pihak Alfamart memahami kondisi darurat yang ia alami. Ia juga menyebut tindakan tersebut merupakan kekhilafan yang terjadi di tengah situasi banjir yang membuat banyak warga kesulitan bertahan hidup.

Sebelumnya, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera menelan korban jiwa dalam jumlah besar.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data terbaru pada Minggu (30/11), mencatat ratusan korban meninggal di tiga provinsi, yakni Sumatera Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatera Barat (Sumbar).

Selain korban tewas, puluhan hingga ratusan warga juga masih dinyatakan hilang.

BNPB menjelaskan bahwa situasi di Aceh, Sumut, dan Sumbar masih dalam penanganan intensif.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto menyampaikan dalam konferensi pers bahwa data korban terus berkembang seiring proses pencarian dan identifikasi di lapangan. (fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Baca juga:

thumb
thumb
thumb
Harga Emas di Pagadaian Kompak Naik Akhir Pekan Ini
• 20 jam yang lalukatadata.co.id
thumb
thumb
Berhasil disimpan.