Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah menyatakan kewalahan menghadapi bencana hidrometeorologi yang tengah melanda sejumlah wilayahnya. Banjir bandang dan tanah longsor mengakibatkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia dan 3.123 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, telah mengeluarkan surat pernyataan keadaan darurat yang sekaligus berfungsi sebagai permohonan bantuan penuh kepada pemerintah pusat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan kementerian terkait.
"Surat ini kami keluarkan sebagai tindak lanjut penetapan status darurat. Kami membutuhkan dukungan penuh karena stok logistik daerah sangat terbatas," ujar Haili Yoga dalam Metro Hari Ini, Metro TV, Minggu 30 November 2025.
6 Kecamatan di Aceh Tengah Terisolasi
Haili Yoga mengungkapkan, dari total 14 kecamatan di Aceh Tengah, sebanyak 6 kecamatan masih dalam kondisi terisolasi total akibat akses jalan yang terputus oleh material longsor dan jembatan putus.
Kondisi di wilayah terisolasi sangat memprihatinkan. Warga bahkan nekat berjalan kaki menembus hutan selama dua hari dua malam hanya untuk mendapatkan bantuan beras di posko utama.
"Bantuan lewat udara sangat krusial. Alhamdulillah sudah ada tiga helikopter yang membantu, namun jika 2-3 hari ke depan akses darat belum tembus dan bantuan udara minim, kami khawatir masyarakat akan panik, terutama di wilayah terpencil," jelasnya.
Selain akses pangan, Aceh Tengah kini menghadapi krisis energi dan kesehatan. Jaringan listrik dan telekomunikasi dilaporkan mati total selama enam hari terakhir. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga menghambat operasional alat berat dan genset.
Sektor kesehatan pun berada di ujung tanduk. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru, yang menjadi rujukan wilayah tengah, kehabisan stok obat-obatan dasar, bahan habis pakai seperti perban, dan cairan untuk cuci darah (hemodialisis).
"Banyak pasien rujukan, tapi obat-obatan sudah tidak ada lagi. Kami mohon kepada Menteri Kesehatan, Menteri PU, dan Menteri Sosial untuk mendengarkan suara kami. Ini sangat mendesak," pinta Haili Yoga.
Meskipun bantuan awal berupa 5 ton beras dan dukungan dana dari beberapa kementerian mulai mengalir, Pemkab Aceh Tengah menegaskan bahwa jumlah tersebut masih sangat minim dibandingkan dengan skala kerusakan dan kebutuhan ribuan pengungsi yang terus bertambah.