Soroti Bencana di Sumatera, Titiek Soeharto Desak Penertiban Tambang dan Penebangan Liar

tvonenews.com • 3 jam yang lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyoroti praktik pembalakan liar yang dapat merusak alam dan menyebabkan terjadinya bencana. 

"Banjir ini harus dikaji betul, termasuk praktik pembalakan liar atau penambangan liar di wilayah hulu," kata Titiek di Padang, Sumatera Barat, Minggu (30/11).

Ia mengatakan, setiap aktivitas liar yang dapat merusak alam, lingkungan, dan ekosistem itu harus diberantas dan ditiadakan.

Hal itu karena aktivitas pembalakan liar di wilayah hulu bisa berdampak buruk terhadap masyarakat yang ada ada di wilayah hilir.

"Jika ada aktivitas pembalakan atau penambangan liar di wilayah hulu itu semuanya harus ditertibkan karena dampaknya ke masyarakat luas yang berada di hilir," jelasnya.

Ia juga meminta jika aktivitas penambangan atau pembalakan di daerah hulu itu memiliki izin, maka harus dibatalkan.

"Dengan curah hujan yang seperti sekarang ini saja dampaknya sudah seperti ini, apalagi jika curah hujan lebih besar," ujarnya.

Titiek tidak ingin berkompromi dengan aktivitas liar di kawasan hulu tersebut, karena yang merasakan dampaknya adalah masyarakat luas di kawasan hilir.

Turut diketahui, Titiek Soeharto datang ke Padang bersama Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan bagi korban bencana alam.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut meski diserahkan di Padang, namun sejatinya dialokasikan kepada tiga provinsi yang terdampak bencana yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

Jenis logistik yang disalurkan pada kesempatan itu, yakni beras seberat 34.302.520 kilogram, dan minyak goreng 6,8 juta liter. (ant/dpi)
 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Baca juga:

thumb
thumb
thumb
thumb
thumb
Berhasil disimpan.