Pantau - Polresta Padang, Sumatera Barat, kembali menggelar kegiatan gotong royong sebagai bentuk bantuan pascabencana banjir dan longsor yang melanda kota dalam beberapa hari terakhir.
Sebanyak 400 personel dikerahkan ke berbagai titik terdampak bencana, dengan fokus utama membantu warga membersihkan pemukiman yang terendam banjir dan dipenuhi lumpur.
"Kehadiran personel Polri diharapkan dapat meringankan pekerjaan warga untuk membersihkan rumahnya dari material lumpur yang mengendap di rumah," ungkap pihak Polresta Padang.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari aksi serupa yang dilakukan pada Sabtu, 29 November 2025.
Para personel yang terlibat merupakan gabungan dari Polresta Padang dan Polsek-polsek di wilayah tersebut, dan disebar sejak pagi hingga malam hari, sekitar pukul 20.00 WIB.
Sasaran Utama: Permukiman Warga dan Fasilitas UmumGotong royong ini menyasar lokasi-lokasi prioritas, seperti rumah warga yang terdampak banjir, sekolah, tempat ibadah, serta ruas jalan yang tertutup lumpur.
Menurut pantauan di wilayah Ikur Koto Koto Panjang, Kecamatan Koto Tangah, puluhan personel terlihat membersihkan rumah-rumah warga menggunakan alat bantu seperti cangkul dan sekop.
"Hari ini Polresta Padang kembali mengerahkan personel ke berbagai titik untuk membantu pemulihan kota usai dilanda bencana," ujar perwakilan Polresta.
Pembersihan dilakukan secara manual karena sebagian besar area masih sulit dijangkau oleh alat berat.
Layanan Tambahan: Dapur Umum hingga Trauma HealingSelain kegiatan fisik, Polresta Padang juga membuka berbagai layanan dalam masa tanggap darurat bencana.
Layanan tersebut meliputi pendirian dapur umum di lokasi terdampak, pembukaan posko kesehatan, serta penyediaan program trauma healing bagi anak-anak.
"Semoga dengan gotong royong ini upaya pemulihan bisa dipercepat, dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal seperti semula," ia mengungkapkan.
Seluruh kegiatan dilakukan sebagai bentuk sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, guna mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah Padang.