Presiden Prabowo Subianto memberikan alasan mengenai bencana banjir dan longsor Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tak ditetapkan sebagai bencana nasional. Tanpa penetapan bencana nasional, bantuan asing tak bisa datang ke dalam negeri.
Prabowo mengatakan situasi masih terkendali dan dapat ditangani dengan kapasitas nasional yang ada saat ini. Ia menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (15/12).
"Ada yang teriak-teriak ingin ini dinyatakan bencana nasional. Kita sudah kerahkan, ini tiga provinsi dari 38 provinsi. Jadi, situasi terkendali," kata Prabowo.
Prabowo menyatakan dirinya mendapat tawaran dari sejumlah pemimpin negara sahabat yang menyatakan kesiapan untuk mengirimkan bantuan. Namun, ia menekankan pemerintah Indonesia memilih menangani bencana tersebut secara mandiri.
“Saya ditelepon banyak pimpinan kepala negara ingin kirim bantuan. Saya bilang terima kasih atas konsen Anda, kami mampu. Indonesia mampu mengatasi ini,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menjelaskan para pimpinan kementerian dan lembaga serta kolaborasi TNI-Polri sejauh ini dapat mengendalikan upaya penanganan pascabencana di Sumatera.
Prabowo bercerita tim evakuasi dan distribusi logistik setiap hari menggunakan helikopter untuk menjangkau desa-desa terisolasi meski menghadapi kondisi cuaca ekstrem di wilayah pegunungan yang kerap diselimuti kabut tebal dan hujan.
“Saya dari Takengon dan Bener Meriah. Saya lihat kondisinya tidak gampang. Ketinggian 1.800- 2.000 mdpl, kabut itu. Jadi, penerbang-penerbang kita terbang tiap hari. Ini adalah suatu hal yang perlu kita banggakan,” ujarnya.
Menteri Pertahanan 2019-2024 itu mengapresiasi kinerja seluruh unsur pemerintah yang bergerak cepat menangani bencana tanpa harus menunggu perintah langsung dari presiden. Ia mengapresiasi inisiatif Panglima TNI, Kapolri, para Kepala Staf, serta jajaran terkait yang segera mengambil langkah konkret di lapangan.
Keterangan serupa sebelumnya disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. Ia menyampaikan pemerintah saat ini lebih memusatkan upaya penanganan pada pemanfaatan sumber daya dalam negeri.
Ia mengakui ada sejumlah negara yang menawarkan bantuan kepada Indonesia. Namun pemerintah memilih mengoptimalkan kemampuan nasional sebelum membuka opsi dukungan pihak internasional.
"Untuk sementara ini belum. Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan terima kasih karena banyak sekali atensi dari negara-negara sahabat. Baik yang mengucapkan keperihatinan maupun ingin memberikan bantuan," kata Prasetyo Hadi di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Rabu (3/12).
Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan pemerintah masih mampu menangani seluruh persoalan bencana yang terjadi di Pulau Sumatera. Ia menjelaskan ketersediaan pangan domestik saat ini masih mencukupi karena pemerintah memiliki stok yang melimpah.
Keterangan serupa juga dikatakan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Tito mengatakan Indonesia saat ini masih memiliki kemampuan dan kekuatan untuk menangani bencana Sumatera. “Kita masih punya kekuatan, kita masih punya kekuatan,” kata Tito pada kesempatan serupa.



