Inggris Menjatuhkan Sanksi kepada Taipan Pakistan Murtaza Lakhani atas Perannya dalam Sektor Energi Rusia

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Inggris menjatuhkan sanksi kepada taipan perdagangan minyak Murtaza Lakhani, sebagai bagian dari paket sanksi baru yang menargetkan Rusia atas perang melawan Ukraina.

Lakhani, seorang pengusaha Pakistan terkemuka yang telah lama menggunakan London, Inggris sebagai basisnya, ditambahkan ke daftar sanksi negara tersebut karena dugaan perannya dalam sektor energi Rusia. Sanksi Inggris juga menetapkan sejumlah perusahaan, termasuk Mercantile & Maritime Group milik Lakhani.

Langkah-langkah ini dilakukan beberapa hari setelah paket sanksi baru oleh Uni Eropa, yang juga menargetkan pedagang Pakistan tersebut serta saingannya yang berpengaruh dari Azerbaijan.

Dalam pernyataan tertulis, Lakhani membantah tuduhan bahwa dia memiliki atau mengendalikan armada kapal gelap yang memperdagangkan produk minyak Rusia yang melanggar hukum sanksi yang berlaku. Dia mengatakan bahwa dia segera menempuh semua jalur hukum untuk membela diri, membantah, dan mengajukan banding atas penetapan sanksi oleh Uni Eropa dan Inggris.

Sanksi terbaru dari London dan Brussels dijatuhkan saat Washington bersiap untuk mengeluarkan serangkaian sanksi baru yang menargetkan sektor energi Rusia, sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan tekanan pada Moskow jika Presiden Vladimir Putin menolak perjanjian damai dengan Ukraina. Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan berbagai opsi, seperti menargetkan kapal-kapal dalam armada tanker bayangan Rusia serta para pedagang yang memfasilitasi transaksi tersebut, seperti yang dilaporkan Bloomberg News pada hari Rabu.

Lakhani, yang telah lama menggunakan lingkungan Chelsea yang mewah di London sebagai basis utamanya dan memiliki koneksi yang kuat di kalangan politik Inggris, dikenal sebagai operator yang cerdas di beberapa yurisdiksi yang paling menantang.

Sanksi Inggris pada hari Kamis menargetkan beberapa perusahaan yang berbasis di Uni Emirat Arab, termasuk Tejarinaft FZCO, Fossil Trading FZCO, dan Amur II — FZCO, yang menurut Inggris terkait dengan Lakhani dan menjalankan bisnis di sektor yang strategis bagi pemerintah Rusia.

Tiga produsen minyak kecil Rusia juga masuk daftar hitam.(yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Nikahan Rp 100 M, Ini Profil Vincent Mergonoto Old Money Anak CEO Kapal Api
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pertamina Patra Niaga Salurkan 360 Ton Elpiji untuk 10 Kabupaten di Provinsi Aceh
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gandeng Grab, Startup Kendaraan Otonom China Bakal Ekspansi di Asia Tenggara
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ketika Pilkada Langsung Terus Berbenah, Wacana Pemilihan Lewat DPRD Justru Mengemuka
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Usai Gugat Cerai Ridwan Kamil, Atalia Praratya Ungkap Tak Lagi Takut pada Kehilangan
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.