Dua Film Dokumenter Angkat Jejak Perjuangan Syekh Yusuf dan Daeng Mangalle

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Dua film dokumenter yang mengangkat jejak sejarah dan nilai perjuangan tokoh besar Makassar, Syekh Yusuf: Ziarah Panjang Sang Sufi dan Daeng Mangalle: Sang Pangeran Makassar, resmi diputar perdana dalam gala premiere yang dihadiri sejumlah pemangku kebudayaan di Kota Makassar.

Gala premiere ini turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar Andi Pattiware, S.STP., M.M., bersama jajaran staf, serta Ketua Dewan Kebudayaan Kota Makassar. Para undangan terlebih dahulu menyaksikan trailer kedua film sebagai pembuka rangkaian acara.

Suasana pembukaan kian khidmat dengan penampilan Sanggar Sejati yang menampilkan musik dan tarian tradisional, menghadirkan nuansa budaya Makassar sebelum pemutaran film dimulai.

Pemutaran pertama menghadirkan film dokumenter persembahan Catatan Kaki Kita berjudul Syekh Yusuf: Ziarah Panjang Sang Sufi. Film ini mengisahkan perjalanan hidup Syekh Yusuf dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, sekaligus menyajikan narasi sejarah yang menempatkannya sebagai tokoh besar tidak hanya di Nusantara, tetapi juga di tingkat global.

Film tersebut mengajak masyarakat memahami Syekh Yusuf secara lebih utuh, tidak sebatas pada simbol fisik seperti masjid dan makam, melainkan pada makna perjuangan dan pemikiran beliau. Dikisahkan pula perjalanan hidup Syekh Yusuf sejak kelahiran hingga masa pembuangan, di mana sebagian besar karya tulisnya justru lahir di luar negeri.

Salah satu pesan penting yang disampaikan dalam film ini menyebutkan, “If you know where you come from, you’ll know where you’re going,” sebagai pengingat akan pentingnya memahami asal-usul sejarah dalam menentukan arah masa depan.

Sebelum pemutaran film kedua, hadirin kembali disuguhkan penampilan musik dan tarian tradisional dari Sanggar Sipakatau.

Film dokumenter kedua, Daeng Mangalle: Sang Pangeran Makassar, merupakan persembahan Sky Project. Film ini mengisahkan Daeng Mangalle, bangsawan Makassar yang memimpin sekelompok masyarakat meninggalkan tanah kelahiran mereka karena menolak untuk tunduk. Setelah sempat menetap di Pulau Jawa, rombongan tersebut kemudian berpindah ke wilayah utara, tepatnya di daerah Siang.

Film ini juga menyoroti peristiwa Perjanjian Bongaya, yang memaksa bangsawan dan prajurit Makassar meninggalkan tanah mereka akibat penaklukan VOC, sebagai bagian penting dari sejarah perjuangan masyarakat Makassar.

Menanggapi pemutaran dua film dokumenter tersebut, Wali Kota Makassar yang diwakili Staf Ahli Kota Makassar menyampaikan apresiasi. Ia berharap film-film bertema sejarah dan budaya dapat terus diproduksi dan menjadi sumber inspirasi, khususnya bagi generasi muda.

“Semoga film-film seperti ini akan selalu menginspirasi kita, terutama generasi muda, untuk tetap semangat dan mengejar hal-hal baik,” tuturnya.

Penulis: Aditya Nugraha

Mahasiswa Magang FAJAR dari Sastra Inggris UNHAS


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Terima 5.020 Laporan Gratifikasi Sepanjang 2025, Nilainya Rp 16,4 M
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Catat! Sudirman-Thamrin Tutup Jam 18.00 Malam Ini Untuk Car Free Night
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Amarah DJ Donny Memuncak Usai Bom Molotov Menyambar Rumahnya, Denny Siregar: Habis Ini Apa Lagi, Babi Panggang?
• 17 jam laludisway.id
thumb
Kejagung Sebut Sudah Selamatkan Uang Negara Rp 19 T Sepanjang 2025
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Pemprov DKI Jakarta Siapkan 8 Panggung Hiburan untuk Rayakan Malam Tahun Baru
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.