VIVA – Pada tahun 2025, Indonesia dilanda sejumlah bencana alam yang meninggalkan duka bagi masyarakat. Salah satu peristiwa yang masih membekas adalah musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera pada akhir November 2025.
Memasuki tahun 2026, keresahan publik pun meningkat. Banyak masyarakat mulai mencari informasi, termasuk ramalan, terkait kemungkinan bencana alam yang dapat terjadi di Indonesia.
Di tengah situasi tersebut, peramal kenamaan Hard Gumay menyampaikan penerawangannya mengenai potensi bencana pada 2026. Ia juga mengungkapkan petunjuk berupa inisial daerah yang disebut berpotensi mengalami musibah.
“2026 kalau yang kulihat dari visualku ini, lahar api, gunung meletus, air deras. Ada laki-laki hanyut, ada perempuan menggendong anak sambil menangis. Di salah satu daerah dengan inisial P. Kalau tidak meleset, di tahun 2026 ada ujian dan cobaan dari Yang Maha Kuasa, berupa musibah,” kata Hard Gumay, dikutip dari tayangan YouTube Denny Sumargo, Kamis, 1 Januari 2026.
Tak hanya itu, Hard Gumay juga melihat kemungkinan terjadinya bencana lain, seperti banjir hingga insiden kapal terbalik pada tahun 2026.
“Aku juga melihat ada kapal terbalik. Di sini aku lihat lahar api, gunung meletus besar, lalu di bawahnya ada air besar. Ini bukan dari lautan, bisa jadi banjir dengan potensi cukup tinggi. Banyak yang menangis,” ujarnya.
Meski demikian, terkait potensi banjir, Hard Gumay menyebut dampaknya tidak akan sebesar musibah banjir yang terjadi di Sumatera pada akhir November 2025 lalu.
“Tidak separah Sumatera, tidak sebesar di 2025. Tapi bismillahirrahmanirrahim, aku berdoa supaya di 2026 Indonesia, di semua daerah, dijauhkan dari bala dan musibah. Kita sebagai manusia harus waspada. Bagaimana caranya? Terus berdoa dan meminta pertolongan Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak bersikap takabur dan selalu memperhatikan peringatan dari pihak berwenang, khususnya BMKG, terkait potensi bencana.
“Jangan takabur dengan berkata, ‘nggak mungkin daerahku begini’. Kadang peringatan itu bukan dari Hard Gumay, tapi dari BMKG. Coba didengarkan dan diantisipasi. Antisipasinya bagaimana? Tetap beribadah dan meminta pertolongan kepada Tuhan agar kita dijauhkan dari bencana,” katanya.



/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2026%2F01%2F01%2Fc1ad9f6a-9346-3a81-b907-680693910a21_jpg.jpg)
