Mengenal APAR: Fungsi, jenis-jenis, dan cara penggunaan yang benar

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kebakaran dapat terjadi secara tiba-tiba dan sering kali berawal dari hal-hal kecil yang tidak terduga.

Baik di lingkungan rumah maupun tempat kerja, risiko kebakaran selalu ada dan dapat menimbulkan kerugian besar jika tidak segera ditangani.

Di sinilah peran Alat Pemadam Api Ringan (APAR) menjadi sangat penting sebagai langkah penanggulangan awal sebelum api membesar dan sulit dikendalikan.

Sayangnya, masih banyak yang menganggap APAR hanya dibutuhkan di gedung perkantoran atau fasilitas umum, padahal keberadaan-nya di rumah juga sama krusial.

Memahami pentingnya APAR serta mengenal jenis-jenisnya sesuai dengan kelas kebakaran merupakan bagian penting dari upaya pencegahan dan perlindungan keselamatan jiwa maupun aset.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai pentingnya Alat Pemadam Api Ringan (APAR), jenis-jenis, hingga cara menggunakannya yang perlu diketahui, berdasarkan informasi yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

Apa itu APAR?

APAR merupakan perangkat pemadam kebakaran berbentuk tabung dengan bobot maksimal sekitar 16 kilogram yang dirancang agar mudah digunakan oleh petugas maupun orang awam dalam kondisi darurat.

Alat ini berfungsi untuk menangani api pada tahap awal sebelum kebakaran berkembang lebih besar. Berdasarkan jenis media pemadam dan karakteristik kebakaran-nya, APAR diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe yang disesuaikan dengan kebutuhan dan risiko di lokasi tertentu.

Kegunaan APAR

Alat Pemadam Api Ringan berperan penting dalam memadamkan api berskala kecil pada saat awal terjadinya kebakaran. Dengan penanganan yang cepat menggunakan APAR, potensi penyebaran api dapat dicegah sehingga kerusakan dan risiko yang ditimbulkan tidak semakin meluas.

Ukuran APAR yang relatif ringkas dan bobot-nya yang ringan memungkinkan alat ini dioperasikan oleh satu orang saja. Hal tersebut menjadikan APAR praktis digunakan oleh siapa pun ketika terjadi keadaan darurat, tanpa memerlukan keahlian khusus.

Mengingat kebakaran dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, keberadaan APAR menjadi kebutuhan penting di setiap gedung atau bangunan.

Beberapa area yang sangat dianjurkan untuk dilengkapi dengan Alat Pemadam Api Ringan antara lain perkantoran, pabrik, rumah tinggal, hotel, apartemen, sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, kendaraan, serta berbagai fasilitas lainnya.

Jenis - jenis APAR

APAR atau Alat Pemadam Api Ringan merupakan sarana pemadam kebakaran yang dirancang untuk digunakan pada fase awal munculnya api, sebelum kebakaran berkembang lebih besar. Berdasarkan media pemadam yang digunakan, APAR terbagi ke dalam beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda-beda.

1. APAR air (Water extinguisher)

Jenis APAR ini digunakan untuk menangani kebakaran kelas A yang bersumber dari bahan padat mudah terbakar, seperti kayu, kertas, kain, dan sampah kering. Namun, APAR air tidak diperbolehkan digunakan pada kebakaran yang melibatkan instalasi listrik atau cairan berminyak karena dapat menimbulkan risiko tambahan.

2. APAR busa (Foam extinguisher)

APAR busa sesuai untuk kebakaran kelas A dan kelas B. Media busa bekerja dengan cara menutupi permukaan bahan bakar cair, seperti bensin atau solar, sehingga suplai oksigen terputus dan api dapat dipadamkan.

3. APAR serbuk kimia kering (Dry chemical powder extinguisher)

Jenis ini merupakan APAR yang paling banyak digunakan karena sifatnya yang serbaguna. APAR serbuk kimia kering dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas A (bahan padat), kelas B (bahan cair), dan kelas C (gas atau listrik).

4. APAR karbon dioksida (CO₂ extinguisher)

APAR karbon dioksida sangat efektif untuk kebakaran yang melibatkan peralatan listrik dan cairan mudah terbakar. Keunggulan jenis ini adalah tidak meninggalkan sisa atau residu setelah digunakan, sehingga aman untuk peralatan elektronik.

Cara menggunakan APAR dengan benar

Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan tergolong sederhana apabila memahami metode PASS, yaitu langkah-langkah standar yang digunakan secara luas dalam penanganan kebakaran awal.

1. Pull (Menarik pin pengaman): Pegang APAR dalam posisi tegak, kemudian lepaskan pin pengaman yang terdapat pada bagian pegangan untuk mengaktifkan alat.

2. Aim (Mengarahkan nozzle): Arahkan selang atau ujung nozzle ke sumber api. Pastikan posisi tubuh berdiri stabil dan menghadap ke titik dasar api, bukan ke bagian atas nyala api.

3. Squeeze (Menekan tuas): Tekan tuas secara mantap agar media pemadam keluar dengan optimal dan mengarah ke sasaran.

4. Sweep (Menyapu arah semprotan): Gerakkan nozzle secara perlahan dari sisi kiri ke kanan hingga api benar-benar padam dan tidak muncul kembali.

Pentingnya memahami cara penggunaan APAR

Dalam banyak kasus, APAR hanya dipasang sebagai kelengkapan standar di gedung, perkantoran, atau tempat usaha, tanpa diimbangi dengan pemahaman cara penggunaannya.

Padahal, tanpa pengetahuan yang tepat, APAR tidak akan berfungsi maksimal saat situasi darurat terjadi. Oleh karena itu, memahami jenis serta tata cara penggunaan APAR menjadi hal yang sangat penting guna melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar dari risiko kebakaran yang lebih besar.

Baca juga: Gulkarmat dan TNI/Polri perkuat sinergi mitigasi kebakaran lewat APAR

Baca juga: Pemkot Jaktim soroti pentingnya sosialisasi penggunaan APAR ke warga

Baca juga: Pramono resmikan pos pemadam kebakaran di Kebayoran Lama


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
50 Kata-Kata Aesthetic Bahasa Inggris Singkat dan Artinya
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Hindari Macet Malam Tahun Baru, 26 Kereta Api Berhenti di Stasiun Jatinegara
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Ada Air Mancur Menari, Begini Suasana di Monas Jelang Tahun Baru 2026
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Ketum BKMT: Pergantian Tahun Momentum Muhasabah dan Menghargai Waktu
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Atalia Praratya Tegaskan Tak Ada Nama Perempuan Lain dalam Gugatan Cerai terhadap Ridwan Kamil
• 13 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.