JAKARTA, DISWAY.ID — Perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, meninggalkan kesan tersendiri bagi sejumlah warga.
Suasananya dinilai lebih tertib dan terorganisir dibandingkan perayaan tahun baru di beberapa daerah.
Salah satunya dirasakan Rafsha Novaldi, warga asal Tuban, Jawa Timur.
BACA JUGA:Tenaga Medis Sigap, Puluhan Pengunjung Bundaran HI Tumbang Gegara Desak-desakan
BACA JUGA:Cerita Pria Tuban yang Mampir ke Monas saat Momen Malam Tahun Baru: Rapi, Nggak Ada Sampah!
Ia mengungkapkan bahwa perayaan malam tahun baru di kampung halamannya cenderung berlangsung sederhana tanpa hiburan khusus.
Aktivitas yang justru kerap muncul adalah aksi kebut-kebutan dan geber-geber atau “bleyer” motor di jalanan.
“Kalau di Cirebon sebelumnya juga nggak seramai di sini. Di kampung saya di Tuban juga biasa aja. Malah seringnya geber-geber motor,” ujar Rafsha saat ditemui di Monas, Kamis, 1 Desember 2025.
Menurutnya, suasana malam tahun baru di Monas terasa jauh lebih tertata.
Ribuan warga memadati kawasan tersebut untuk menikmati berbagai hiburan, seperti pertunjukan air mancur menari dan videomapping, tanpa adanya aksi ugal-ugalan di jalan.
BACA JUGA:Malam Tahun Baru Penuh Haru di TMII, Warga Kompak Doa Nyalakan 1.000 Lilin untuk Korban Bencana Sumatera
BACA JUGA:Keren! Donasi Warga Jakarta untuk Korban Bencana Sumatera di Malam Tahun Baru Tembus Rp3,1 miliar
Menariknya, pria itu tampak menikmati keramaian Monas sembari menunggu waktu keberangakatan kereta di Stasiun Gambir.
Rafsha mengaku datang dari Cilegon, Banten, dan sengaja singgah ke Monas lantaran keretanya menuju Cirebon baru berangkat pukul 00.00 WIB.
"Sebenarnya nunggu kereta sih bang. Cuman karena keberangkatan kereta jam 12 malam, jadi sekalian jalan-jalan ke Monas," kata Rafsha di Monas.
- 1
- 2
- 3
- »




