CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mencatat adanya tren penurunan angka kejadian kebakaran di Kota Daeng sepanjang tahun 2025. Meski demikian, permintaan masyarakat untuk layanan penyelamatan (rescue) justru mengalami lonjakan signifikan.
Berdasarkan data yang dirilis Humas Damkarmat Makassar, hingga penghujung tahun 2025, tercatat sebanyak 258 kejadian kebakaran. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 303 kejadian.
Humas Damkarmat Makassar, Taslim, mengungkapkan bahwa objek yang terbakar di tahun ini masih didominasi oleh sektor pemukiman.
"Kebakaran didominasi oleh rumah tinggal, disusul sampah atau alang-alang, dan ketiga adalah bangunan hotel atau asrama," ungkap Taslim dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025).
Di sisi lain, grafik layanan penyelamatan justru menunjukkan arah sebaliknya. Damkarmat Makassar mencatat 842 kejadian penyelamatan selama 2025, naik tajam dari tahun sebelumnya yang hanya 541 kejadian.
Menurut Taslim, peningkatan ini menjadi bukti bahwa masyarakat kini lebih proaktif melaporkan berbagai kendala darurat di luar urusan api.
"Animal rescue seperti penanganan ular dan tawon, serta penanganan pelepasan cincin menjadi kasus yang paling mendominasi laporan penyelamatan tahun ini," tambahnya.
Data ini mempertegas pergeseran peran Damkarmat di mata publik. Instansi ini tidak lagi hanya dipandang sebagai pemadam api, melainkan garda terdepan dalam layanan penyelamatan sehari-hari.
Taslim menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan personel guna menjaga rasa aman warga Makassar.
"Kami akan terus siaga, responsif, dan profesional demi keselamatan bersama. Terima kasih atas kepercayaan masyarakat Kota Makassar," pungkasnya.
Loporan: Rifki


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)
