EtIndonesia. Inilah kota terdingin di dunia — Yakutsk, Rusia. Di sana, penduduk setempat tetap menjalani kehidupan sehari-hari meskipun suhu mencapai minus 45 derajat Celsius. Sejumlah warga juga membagikan kiat bertahan menghadapi cuaca dingin ekstrem.
Yakutsk memiliki sekitar 300 ribu penduduk. Kota ini merupakan ibu kota Republik Sakha (Yakutia) dan diakui secara global sebagai kota besar terdingin di dunia.
Beberapa hari lalu, suhu udara di wilayah tersebut anjlok hingga minus 45 derajat Celsius.
Pedagang pasar, Motryona Starostina: “Cuacanya sangat bagus! Musim dingin akhirnya tiba. Ini benar-benar dingin yang sesungguhnya.”
Motryona StarostinaWarga Yakutsk, Anastasia Bravina: “Saya sama sekali tidak kesulitan menghadapi (dingin ekstrem). Bahkan, saya sangat menyukai iklim keras seperti ini!”
Anastasia BravinaDi bawah langit kelabu, pasar Yakutsk memamerkan beragam ikan Siberia beku yang tersusun rapi. Para pedagang dan pembeli mengenakan pakaian tebal, bahkan berfoto sambil bersenang-senang meski diterpa hawa beku.
Motryona Starostina menambahkan: “Anda harus berpakaian sangat hangat. Dan saat berada di luar ruangan, sering-seringlah minum teh panas. Kami selalu membawa termos berisi teh panas ke mana pun pergi.”
Warga setempat, Elena Kuzmina, berkata: “Ada pepatah yang mengatakan, ‘Tidak ada cuaca buruk, yang ada hanyalah pakaian yang tidak tepat.’ Selama berpakaian hangat, semuanya akan baik-baik saja. Selamat musim liburan!
(Jurnalis bertanya: ‘Bagaimana Anda menghadapi cuaca seperti ini?’) Sama sekali tidak masalah. Tidak ada angin, jadi rasanya cukup nyaman. Jangan hanya tinggal di dalam rumah! Keluarlah dan nikmati udara luar!”
Untuk menghadapi suhu ekstrim tersebut, sekolah-sekolah telah dialihkan ke pembelajaran daring.
Bagi warga Yakutsk yang telah terbiasa dengan cuaca sangat dingin, dingin ekstrem adalah bagian dari gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari. Penduduk kota ini tetap mampu menjalani hidup dengan tenang di tengah es dan salju, serta merayakan Natal dengan penuh sukacita. (Hui)
Laporan gabungan oleh reporter magang New Tang Dynasty Television, Ning Xiu




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F01%2F838f27ce64b6b6b9f08026d18f033813-https___cdn_dam.kompas.id_images_2025_12_31_bade556d116ff3f3ff4e0cbb4964f031_1000984506.jpg)