Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menyatakan pemerintah terus memantau secara saksama perkembangan terbaru di Republik Yaman menyusul eskalasi permusuhan di negara tersebut.
“Pemerintah Indonesia terus mengikuti dengan seksama perkembangan terkini di Republik Yaman menyusul terjadinya eskalasi di negara tersebut,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri melalui unggahan di akun resmi X, @Kemlu_RI, Rabu.
Kementerian Luar Negeri juga menyampaikan apresiasi atas upaya lanjutan para pihak terkait dalam menjaga stabilitas dan keamanan, terutama di wilayah Hadramout dan Al-Mahra yang dinilai memiliki peran strategis dalam situasi keamanan Yaman.
Indonesia kembali mendesak seluruh pihak yang terlibat agar menahan diri serta menghindari tindakan sepihak yang berpotensi memperburuk kondisi keamanan dan stabilitas di lapangan.
Selain itu, Indonesia menegaskan kembali pentingnya penyelesaian konflik secara damai melalui dialog politik yang inklusif dan komprehensif di bawah koordinasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Upaya tersebut, perlu dilakukan dengan tetap menghormati pemerintahan Yaman yang sah serta menjaga integritas teritorial negara tersebut, demikian pernyataan Kemlu.
Beberapa waktu sebelumnya, Kemlu RI juga menyampaikan keprihatinan terhadap meningkatnya ketegangan yang berpotensi memperburuk kondisi keamanan dan menambah penderitaan rakyat Yaman.
Organisasi politik Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) Yaman dilaporkan melakukan pergerakan militer sepihak dan mencapai kemajuan teritorial di kegubernuran timur Hadhramaut dan Al-Mahrah.
Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh STC tersebut telah meningkatkan ketegangan dan mengancam lingkungan keamanan di Yaman.
Baca juga: UEA umumkan pengakhiran kehadiran militernya di Yaman
Baca juga: Yaman harap UEA tarik pasukannya di tengah berlanjutnya konflik
“Pemerintah Indonesia terus mengikuti dengan seksama perkembangan terkini di Republik Yaman menyusul terjadinya eskalasi di negara tersebut,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri melalui unggahan di akun resmi X, @Kemlu_RI, Rabu.
Kementerian Luar Negeri juga menyampaikan apresiasi atas upaya lanjutan para pihak terkait dalam menjaga stabilitas dan keamanan, terutama di wilayah Hadramout dan Al-Mahra yang dinilai memiliki peran strategis dalam situasi keamanan Yaman.
Indonesia kembali mendesak seluruh pihak yang terlibat agar menahan diri serta menghindari tindakan sepihak yang berpotensi memperburuk kondisi keamanan dan stabilitas di lapangan.
Selain itu, Indonesia menegaskan kembali pentingnya penyelesaian konflik secara damai melalui dialog politik yang inklusif dan komprehensif di bawah koordinasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Upaya tersebut, perlu dilakukan dengan tetap menghormati pemerintahan Yaman yang sah serta menjaga integritas teritorial negara tersebut, demikian pernyataan Kemlu.
Beberapa waktu sebelumnya, Kemlu RI juga menyampaikan keprihatinan terhadap meningkatnya ketegangan yang berpotensi memperburuk kondisi keamanan dan menambah penderitaan rakyat Yaman.
Organisasi politik Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) Yaman dilaporkan melakukan pergerakan militer sepihak dan mencapai kemajuan teritorial di kegubernuran timur Hadhramaut dan Al-Mahrah.
Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh STC tersebut telah meningkatkan ketegangan dan mengancam lingkungan keamanan di Yaman.
Baca juga: UEA umumkan pengakhiran kehadiran militernya di Yaman
Baca juga: Yaman harap UEA tarik pasukannya di tengah berlanjutnya konflik




