CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Presiden FIFA, Gianni Infantino menuai kecaman keras setelah menyatakan 150 negara tidak akan memiliki sepak bola tanpa FIFA.
"Tanpa FIFA, tidak akan ada sepak bola di 150 negara di dunia. Sepak bola ada karena, dan berkat, pendapatan yang kami hasilkan dari Piala Dunia, yang kami investasikan kembali ke seluruh dunia," ujar Infantino.
Pernyataan itu dikeluarkan Infantino di Dubai, terkait kebijakan harga tiket Piala Dunia 2026 yang disoroti secara global karena terlalu mahal.
Salah satu reaksi keras datang dari pendiri Scottish Football Supporters Association (SFSA), Paul Goodwin. Ia menyebut pernyataan Infantino itu arogan dan merendahkan sejarah sepak bola global.
"Ini menghina semua negara di dunia untuk mengatakan tanpa FIFA tidak akan ada sepak bola. Sebagian besar fans akan melihat FIFA sebagai organisasi yang hanya soal uang," ujar Goodwin, dikutip dari Daily Record.
Ia mengakui sebagian dana FIFA memang digunakan untuk hal positif, tetapi transparansinya dipertanyakan.
"Tidak diragukan ada argumen bahwa sebagian uang yang mereka hasilkan telah berbuat baik, tetapi kita tidak akan pernah tahu berapa proporsi uang yang benar-benar masuk untuk mendukung sepak bola akar rumput."
Goodwin menegaskan bahwa sepak bola telah ada jauh sebelum FIFA berdiri dan selalu menemukan caranya sendiri untuk berkembang jauh.
Gelombang kemarahan global muncul karena harga tiket Piala Dunia 2026 yang melonjak tajam.
Tiket laga grup dibanderol tiga kali lebih mahal dibanding Piala Dunia 2022. Tiket termurah final bahkan mencapai 3.129 pound (sekitar Rp70 juta dengan kurs Rp22.456).
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama dengan format 48 tim dan digelar di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

