Merahputih.com - Ratusan petugas gabungan bergerak cepat membersihkan tumpukan sampah yang berserakan di kawasan wisata Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, sesaat setelah kemeriahan pesta pergantian tahun berakhir.
Para personel dari Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) serta Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat mulai menyisir area tersebut mulai pukul 01.00 WIB.
Baca juga:
3.845 Petugas Kebersihan disiagakan di Jakarta Angkut Sampah Malam Tahun Baru 2026
Konsentrasi sampah terlihat paling padat di area alun-alun Museum Fatahillah dan sekitar pintu masuk Stasiun Kota, yang merupakan titik kumpul utama ribuan pengunjung saat merayakan malam tahun baru.
Pembagian Zona dan Pengerahan PersonelGuna memastikan efektivitas pembersihan, otoritas terkait membagi area kerja menjadi beberapa zona utama.
Petugas Sudin Tamhut Jakarta Barat, Coki, menjelaskan bahwa setidaknya terdapat 150 personel dari Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) Tamhut yang diterjunkan secara khusus.
"Itu belum termasuk PJLP dari Sudin LH ya. Jadi pembersihan dibagi dua. Pertama area alun-alun Museum Fatahillah, terus di depan pintu Stasiun Kota," kata Coki dikutip Antara di lokasi, Kamis (1/1).
Tamansari Jadi Penyumbang Sampah TerbesarBaca juga:
Jakarta Global City Penuh Cinta! Malam Tahun Baru 2026 Hasilkan Donasi Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra
Berdasarkan data resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, total sampah yang terkumpul dari seluruh wilayah ibu kota pada malam Tahun Baru 2025 mencapai angka fantastis, yakni 132 ton.
Dari jumlah tersebut, Kecamatan Tamansari mencatatkan rekor sebagai penyumbang sampah terbanyak dengan total mencapai 16 ton.
Lonjakan volume sampah di Tamansari ini berbanding lurus dengan status kawasan Kota Tua yang tetap menjadi destinasi favorit masyarakat untuk menghabiskan malam pergantian tahun, sehingga aktivitas manusia yang tinggi berdampak langsung pada sisa residu yang ditinggalkan di lokasi.


