Keributan Preman dan Pedagang di BKT Berawal dari Penolakan Uang Rp 10.000

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap dua preman yang menganiaya seorang pedagang di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal menyebut kedua pelaku, inisial SA dan SR, sudah diamankan pada Rabu (31/12/2025).

"Alhamdulillah hari ini untuk kedua pelaku inisial SA dan SR sudah kami amankan. Di mana untuk SA ini perannya adalah sebagai meminta atau memungut daripada untuk dagangan jasa, dan untuk yang SR ini melakukan tindakan kekerasan sehingga korban mengalami luka," ujar Alfian di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu (31/12/2025).

Baca juga: Pedagang Dianiaya di BKT karena Tak Kasih Jatah Preman

Alfian menyebut proses penangkapan tidak menemui kendala meski penganiayaan terjadi pada Kamis (25/12/2025).

"Tidak ada kendala, karena kami baru dapat laporan dan tentunya kami dapat laporan dua hari yang lalu dan ini sudah kami amankan," katanya.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Preman Banjir Kanal Timur, Penganiayaan Pedagang Kaki Lima, Penangkapan Polisi Jakarta Timur, Kejahatan Jalanan Jakarta, PKL Duren Sawit, Kekerasan Preman&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMS8xMTQ2MDAxMS9rZXJpYnV0YW4tcHJlbWFuLWRhbi1wZWRhZ2FuZy1kaS1ia3QtYmVyYXdhbC1kYXJpLXBlbm9sYWthbi11YW5nLXJwLTEwMDAw&q=Keributan Preman dan Pedagang di BKT Berawal dari Penolakan Uang Rp 10.000§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send(); Kronologi penganiayaan

Kasus ini bermula saat korban, seorang pedagang kaki lima, hendak membuka lapak bersama rekannya pada 25 Desember 2025 pagi.

Sekelompok preman mendatangi mereka dan meminta uang Rp 20.000.

Korban menolak karena baru membuka dagangan, sempat menawarkan Rp 10.000, namun ditolak.

Pelaku kemudian melempar plastik berisi es teh, memicu adu mulut yang berujung keributan.

Baca juga: Kronologi Preman Aniaya Pedagang di BKT karena Minta Jatah

"Setelah itu korban bersama saudaranya melawan hingga akhirnya terjadi keributan. Salah satu dari korban mengalami luka lebam di wajah. Korban juga menyebut jika mereka juga diserang dengan pisau. Beruntung korban dapat menangkis tusukan tersebut," tulis akun Instagram @kriminal.jakarta.

Tindak lanjut polisi

Kepala Unit Reskrim Polsek Duren Sawit AKP Dimas Dwi Cahyo membenarkan laporan korban dan menyebut pihaknya tengah menindaklanjuti kasus tersebut.

"Untuk korban sudah buat LP, akan kami segera tindak lanjuti. Untuk dugaan sementara (pelaku) ada dua, kami lagi berupaya untuk ungkap," jelasnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Meski begitu, Dimas belum bisa memastikan kronologi rinci, termasuk dugaan penggunaan senjata tajam.

"Mohon waktu ya Mas," ujarnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jangan Salah Pilih! Ini 7 Rekomendasi Sepatu Padel Terbaik yang Nyaman untuk Latihan hingga Turnamen
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Presiden Prabowo Setujui Usulan Normalisasi Sungai Skala Besar
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Polres Tangsel Tetapkan 2 Tersangka Kasus Ledakan Pabrik Farmasi Nucleus di Pondok Aren
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cerita Panti Asuhan di Agam yang Coba Bangkit dari Bencana Banjir
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Remaja Rentan Paparan Paham Radikal di Ruang Digital
• 11 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.