Wilayah Laut Banda, Maluku diguncang gempa tektonik pada pukul 10.05 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,4. Episenter gempabumi berlokasi di laut pada jarak 205 KM arah Barat Laut Tanimbar, Maluku pada kedalaman 175 KM.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Banda," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Kamis (1/1).
Ia menjelaskan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempabumi tersebut menimbulkan guncangan di daerah Maluku Tengah dan Maluku Barat Daya dengan skala intensitas III - IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," jelasnya.
Hingga pukul 10.23 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). (E-3)



