Permintaan Global Naik, Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga dan Emas Menguat

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan kenaikan Harga Patokan Ekspor (HPE) konsentrat tembaga dan emas pada periode awal Januari 2026. Penguatan harga ini sejalan dengan meningkatnya permintaan global terhadap komoditas mineral, khususnya untuk menopang pengembangan industri energi listrik, kendaraan listrik, dan proyek infrastruktur di berbagai negara.

Dalam ketetapan terbaru, HPE konsentrat tembaga dengan kadar Cu ≥ 15 persen ditetapkan sebesar USD 5.868,51 per Wet Metric Ton (WMT) untuk periode pertama Januari 2026. Angka tersebut meningkat 4,54 persen dibandingkan periode kedua Desember 2025 yang berada di level USD 5.613,83 per WMT.

Tak hanya tembaga, HPE emas juga tercatat mengalami kenaikan. Nilainya naik menjadi USD 138.324,41 per kilogram dari sebelumnya USD 133.912,59 per kilogram. Sementara itu, Harga Referensi (HR) emas turut menguat ke level USD 4.302,37 per troy ounce (t oz), dari sebelumnya USD 4.165,15 per t oz.

Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 2404 Tahun 2025 tentang Harga Patokan Ekspor atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. Aturan tersebut berlaku efektif untuk periode 1 hingga 14 Januari 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa penguatan harga konsentrat tembaga dipicu oleh tren permintaan global yang terus meningkat.

“Kenaikan harga mineral penyusun konsentrat tembaga didorong meningkatnya permintaan global, terutama untuk memenuhi kebutuhan pengembangan industri energi listrik, ekosistem kendaraan listrik, serta proyek infrastruktur strategis di berbagai negara. Kondisi ini diperkuat oleh faktor pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang memicu pergeseran preferensi investor ke aset komoditas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global,” kata Tommy dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (1/1).

Ia menambahkan, kenaikan HPE konsentrat tembaga tidak lepas dari penguatan harga seluruh mineral penyusunnya yang terjadi secara bersamaan. “Selama periode pengumpulan data, harga tembaga (Cu) naik 5,75 persen, emas (Au) naik 3,29 persen, dan perak mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 16,46 persen. Sinergi kenaikan ketiga logam ini berdampak langsung pada nilai jual konsentrat tembaga di pasar ekspor,” jelasnya.

Tommy juga menegaskan bahwa penetapan HPE dan HR dilakukan berdasarkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan mengacu pada harga pasar internasional. Untuk tembaga, referensi harga berasal dari London Metal Exchange (LME), sementara emas dan perak merujuk pada London Bullion Market Association (LBMA).

Proses penetapan tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, hingga Kementerian Perindustrian.

“Upaya kolaboratif ini memastikan penetapan harga dilakukan secara kredibel dan transparan untuk menjamin kepastian berusaha bagi para pelaku industri,” pungkas Tommy.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Permintaan Global Meningkat, Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga dan Emas Naik di Awal 2026
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Satu Tewas dan Satu Hilang dalam Insiden Terjun Payung di Pangandaran, Kegiatan Kejurda Langsung Dihentikan
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Target Penerimaan Pajak 2025 Meleset, Purbaya Akui Tak Bisa Tidur Gegara Defisit APBN
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
LAPSUS! Skema Kepentingan Elite di Balik Wacana Pilkada Kembali ke DPRD
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Pakar Kebencanaan UGM Soroti Kunjungan Prabowo ke Lokasi Bencana hingga Pembangunan Huntara, Ideal?
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.