Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan total lebih dari Rp 20 miliar kepada para korban terdampak bencana Sumatera yang menolak untuk diberikan hunian.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan ada sekitar 11.414 orang yang tak mau menerima hunian dari pemerintah karena lebih memilih tinggal di rumah keluarganya. Sehingga, diberikan kompensasi berupa uang.
"Jadi jumlah yang sudah disalurkan Rp 20.545.200.000," ujar Suharyanto dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).
Suharyanto merincikan, dana tersebut sudah disalurkan sejak 2 hari yang lalu. Setiap kepala keluarga, menurutnya, mendapat Rp 600 ribu setiap bulan.
"Per kepala keluarga mendapat anggaran per bulan Rp 600.000 kali 3 bulan, Bapak. Desember, Januari, Februari, sudah tersalur sebesar 11.414 orang," ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengungkapkan ada 213 ribu rumah yang terdampak akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Data tersebut, kata Tito, didapatnya dari Badan Penanggulangan Nasional Bencana (BNPB). Rumah yang terdampak terbagi dalam 3 klasifikasi, yakni rusak ringan, sedang, dan berat.
"Sehingga total rumah yang terdampak itu lebih kurang 213.000," kata Tito dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).



