Purbaya Tarik Kembali Dana Rp75 triliun dari Himbara, Ini Alasannya!

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik kembali dana penempatan tambahan sebesar Rp75 triliun dari total Rp276 triliun dana yang sebelumnya ditempatkan di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan satu Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Purbaya menjelaskan, penarikan dana tersebut dilakukan untuk mendorong belanja pemerintah agar terjadi perputaran uang yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. 

“Yang 75 kita tarik tapi kita belanjakan lagi, jadi masuk ke sistem, tapi gak langsung dalam bentuk uang saya di bank, tapi uangnya masuk ke sistem lagi,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025). 

Sementara itu, ia menegaskan penempatan dana awal sebesar Rp200 triliun tetap berada di perbankan Himbara dan telah disalurkan ke sektor riil. 

“Tapi yang 200 tetap di sana,” terangnya. 

Baca Juga: Kementerian Keuangan Bantah Purbaya Jadi Otak Penyitaan Uang Korupsi

Sebelumnya, dana yang bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) di Bank Indonesia (BI) ditempatkan ke sejumlah bank. Rinciannya, Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp80 triliun, BTN Rp25 triliun, BSI Rp10 triliun, serta Bank Jakarta sebesar Rp1 triliun.

Kendati demikian, ia menilai kebijakan penempatan dana tersebut belum optimal dalam mendorong pertumbuhan kredit perbankan. Berdasarkan data Bank Indonesia, pada November 2025 kredit perbankan hanya tumbuh 7,74 persen secara tahunan (year on year/yoy), masih di bawah target 8–11 persen.

“Ada dampak kebijakan injeksi uang yang kita taruh di sistem perbankan, itu gak seoptimal yang saya duga sebelumnya,” terangnya. 

Baca Juga: Menkeu Purbaya: Pengembalian Dana ke APBN Lebih dari Rp10 Triliun, Jadi Penopang Defisit

Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, Purbaya menyebut pemerintah terus melakukan perbaikan dan sinkronisasi antara kebijakan fiskal Kementerian Keuangan dan kebijakan moneter Bank Indonesia. Ia menilai dukungan bank sentral dalam beberapa pekan terakhir semakin kuat.

“Terus beberapa dua minggu terakhir, bank sentral sudah mendukung kebijakan kami, artinya uang akan semakin banyak di sistem perekonomian, jadi Anda gak usah takut ekonomi kita akan melambat,” terangnya. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kisah PNS yang "Memanggang" Harapan Lewat Jagung Musiman...
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Tahun Berganti, Keramaian di Malioboro Tak Pernah Berhenti
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Rayakan Tahun Baru 2026, Prabowo Ajak Korban Bencana di Tapanuli Selatan Nyanyi Lagu Tanah Airku
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
BEI Siap Tancap Gas Awal 2026: 13 Perusahaan Antre IPO, Didominasi Konglomerat dan BUMN
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Cerita dari Ragunan dan Cara Sederhana Keluarga Menyambut Hari Pertama 2026
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.