tvOnenews.com - Musim F1 2025 menjadi periode yang penuh tekanan bagi Ferrari, menyusul performa tim yang jauh dari ekspektasi di lintasan.
Sorotan tajam tidak hanya datang dari luar, tetapi juga muncul dari internal tim, termasuk komentar Presiden Ferrari, John Elkann.
Elkann sebelumnya meminta Lewis Hamilton dan Charles Leclerc untuk mengurangi komentar publik dan lebih fokus pada performa mengemudi.
- Facebook/Scuderia Ferrari
Pernyataan tersebut memicu reaksi dari Luigi Mazzola, mantan race engineer Michael Schumacher saat era kejayaan Ferrari.
Dalam wawancara dengan NewsF1, Mazzola menilai pernyataan Elkann kurang tepat dan seharusnya tidak disampaikan ke ruang publik.
Ia menyebut Elkann menggunakan perumpamaan mencuci sprei kotor di rumah, namun justru melibatkan media dalam isu internal tim.
“Cucian kotor dicuci di rumah, itu sudah jelas. Ketika Anda mengatakan hal seperti itu di depan umum, secara politis, Anda menyerang seseorang,” ucap Mazzola.
Menurutnya, komentar semacam itu sering menjadi sinyal adanya agenda tertentu di balik layar manajemen tim.
“Biasanya, ketika Anda melakukan hal itu, itu karena Anda ingin mempersiapkan diri untuk sesuatu yang akan terjadi kemudian,” lanjutnya.
Mazzola juga menyoroti latar belakang Elkann yang dinilainya minim pengalaman langsung di dunia Formula 1.
“Elkann memiliki pengalaman yang kurang lebih sama di F1 seperti yang saya miliki di bidang ekonomi, pada dasarnya tidak ada,” kata Mazzola.
Ia mempertanyakan waktu penyampaian kritik tersebut, yang muncul saat Ferrari justru meraih kesuksesan di ajang WEC.
“Dia membuat komentar itu ketika bisa mendapatkan banyak keuntungan dengan merayakan kesuksesan di WEC, di mana Ferrari memenangi kejuaraan pembalap dan konstruktor,” ujarnya.
“Mengapa berbicara tentang F1 pada saat itu?” tambah Mazzola.
Musim 2025 sendiri menjadi tantangan besar bagi Hamilton yang menjalani tahun pertamanya bersama Ferrari.
Sementara Leclerc tetap menunjukkan komitmen, meski tim kesulitan bersaing di papan atas.
Kritik internal ini menegaskan betapa kompleksnya situasi Ferrari jelang perubahan besar menuju musim berikutnya.
(akg)




