FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Pernyataan sindiran dilontarkan oleh akademi dan pakar hukum tata negara, Bivitri Susanti.
Sindiran yang dilontarkannya Ini berkaitan dengan ramai teror atau ancaman yang ditujukan ke para aktivis dan influencer.
Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Bivitri Susanti menyebut ini sebagai tanda otot kekuasaan yang mulai bekerja.
Ia bahkan menyebut di tahun 2026 ini otot kekuasaan itu bakal bekeja secara maksimal.
“Otot kekuasaan bekerja maksimal setahun ini,” tulisnya dikutip Kamis (1/1/2026).
Ia bahkan mengungkap polanya sudah terlihat jelas. Mulai dari insiden pada Agustus 2025 silam.
Pada saat itu yang muncul menurutnya otot penegakan yaitu para aparat yang menangkap para aktivis karena merasa hukum diserang.
“Kebaca kan polanya? Waktu otot penegakan hukum terserang agustus,hukum dipakai, aktivis-aktivis ditangkapi,” paparnya.
Untuk saat ini, giliran otor berperang yang mulai menyerang karena ramainya kritikan soal bencana.
Beragam cara dilakukan seperti memberi teror dengan bangkai binatang dan lainnya.
“Waktu otot berperang yg terserang krn kritik bencana,bangkai binatang dan serangan2 lain datang,” sebutnya.
Dan di tahun 2026 ini, Bivitri memprediksi otot makin dipake dan suasan akan semakin mencekam.
“2026 bakal menggelap,otot makin dipake,” terangnya.
(Erfyansyah/fajar)




