Waspada Penipuan Trading Lewat Telegram, Kenali Ciri-cirinya Sejak Dini

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Maraknya aktivitas trading dan investasi digital turut diiringi dengan meningkatnya risiko penipuan di ruang daring, khususnya melalui aplikasi pesan instan Telegram. Modus penipuan ini kerap menyasar masyarakat dengan iming-iming keuntungan cepat dan pendampingan trading yang tidak resmi.

Pluang, aplikasi investasi dan trading crypto serta saham di Indonesia, baru-baru ini mengeluarkan peringatan resmi terkait munculnya banyak akun Telegram palsu yang mengatasnamakan perusahaan tersebut.

Baca Juga :
Kejernihan Mental dan Fokus Dorong Kesuksesan yang Konsisten dalam Trading Forex, Begini Penjelasannya
Fitur Trading Akan Hadir di Roblox The Forge: Kapan dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Dikutip dari keterangan resmi, Kamis 1 Januari 2026, peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya laporan dan temuan akun bodong yang berupaya menipu pengguna.

Dalam praktiknya, pelaku penipuan kerap mencatut nama, logo, hingga gaya komunikasi yang menyerupai akun resmi. Mereka biasanya menawarkan “kesempatan cuan cepat”, mengajak bergabung ke grup eksklusif, atau menjanjikan pengelolaan dana investasi secara pribadi.

Salah satu ciri utama yang perlu diwaspadai adalah akun yang mengirim pesan pribadi terlebih dahulu kepada calon korban. Pluang menegaskan bahwa akun Telegram resminya tidak pernah menghubungi pengguna secara personal untuk menawarkan produk atau layanan investasi.

Ciri berikutnya adalah janji keuntungan yang terdengar tidak masuk akal dalam waktu singkat. Tawaran semacam ini umumnya disampaikan tanpa penjelasan risiko dan bertentangan dengan prinsip dasar investasi yang selalu mengandung potensi untung dan rugi.

Modus lain yang sering digunakan adalah permintaan transfer dana di luar aplikasi resmi. Pelaku biasanya meminta dana dikirim ke rekening pribadi, dompet digital, atau melalui skema transfer antarpengguna yang tidak terverifikasi.

Pengguna juga perlu mencermati pola komunikasi dan tautan yang dibagikan. Akun resmi Pluang tidak pernah meminta data pribadi bersifat rahasia maupun mengarahkan pengguna ke situs di luar domain resmi pluang.com.

Selain itu, akun penipuan kerap menyamar sebagai admin dengan nama pengguna yang mirip akun resmi. Perbedaannya biasanya hanya berupa tambahan huruf, angka, atau karakter tertentu yang sekilas sulit dikenali.

Sebagai langkah pencegahan, pengguna juga diminta melaporkan akun palsu langsung ke platform terkait dan mendokumentasikan bukti penipuan.

Baca Juga :
Gandeng Mitra, Begini Strategi RRFX Perkuat Ekosistem Trading yang Lebih Solid
Analis Prediksi IHSG Anjlok Tajam, Intip 5 Berpotensi Cuan Besar
Barat sedang Membangun Alat Kontrol Global di Internet

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Bertolak ke Aceh Tamiang, Cek Pembangunan Huntara Korban Bencana
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Disomasi, Suami Boiyen Diminta Lunasi Dana Investasi pada Awal Januari 2026
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Sydney Masuki Tahun 2026, Diawali Menghening untuk Korban Penembakan Bondi
• 21 jam laludetik.com
thumb
Pengungsi Banjir Bandang di Gayo Lues Aceh Gelar Pengajian Sambut Tahun Baru
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Tutup Tahun 2025 di Lokasi Bencana, Prabowo Cek Langsung Jembatan Sungai Garoga
• 21 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.