Penulis: Rifiana Seldha
TVRINews, Aceh Tamiang
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengungkapkan data terbaru rumah yang terdampak bencana di wilayah Sumatra mencapai sekitar 213.000 unit. Data tersebut disampaikan dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran menteri di Aceh Tamiang, pada Kamis, 1 Januari 2026.
Tito menjelaskan, angka tersebut merupakan hasil pemutakhiran data yang bersifat dinamis. Sebelumnya, berdasarkan data per 27 Desember 2025 dari tiga provinsi, tercatat rumah rusak ringan sebanyak 68.850 unit, rusak sedang 37.520 unit, dan rusak berat 56.108 unit.
“Karena memang ini datanya bergerak dinamis bapak. Sehingga total rumah yang terdampak itu lebih kurang 213.000,” ujar Tito pada Kamis, 1 Januari 2026
Lebih lanjut, ia menuturkan jikanpemerintah telah menyiapkan skema bantuan berdasarkan tingkat kerusakan rumah. Untuk kategori rusak ringan, masyarakat akan menerima bantuan sebesar Rp15 juta dari BNPB.
Sementara itu, terusnya untuk rumah rusak sedang mendapatkan bantuan Rp30 juta.
Selain itu, Kementerian Sosial juga akan memberikan bantuan tambahan berupa dana Rp3 juta untuk pemenuhan kebutuhan isi rumah, seperti perabot yang rusak, serta Rp5 juta untuk dukungan pemulihan ekonomi keluarga terdampak.
Adapun untuk rumah rusak berat dan rumah yang hilang, pemerintah menyiapkan skema penggantian rumah.
Nantinya, untuk masyarakat yang terdampak akan difasilitasi hunian sementara atau diberikan pilihan dana tunggu hunian (DTH) sambil menunggu pembangunan rumah permanen.
Tito menegaskan seluruh skema bantuan tersebut dapat direalisasikan sepanjang data dari daerah telah lengkap dan tervalidasi. Pemerintah pusat, kata dia, siap mengeksekusi bantuan melalui BNPB dan Kementerian Sosial setelah data diterima.
Editor: Redaktur TVRINews



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426792/original/063058000_1764317618-9.jpg)

