KOMPAS.TV – Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus, menanggapi usulan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Menuut Deddy, jika alasan pengusulan pilkada melalui DPRD adalah efisiensi, maka tidak perlu juga ada pemilihan anggota DPRD.
“Ya kalau bicaranya adalah untuk efisiensi, nggak usah ada pemilihan DPRD juga, sekda saja atau ASN saja bikin jadi kepala daerah, nggak usah kita pilih. Jadi berdasarkan tim pansel saja, itu sama sekali nggak pakai duit,” ucapnya dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Kamis (1/1/2026).
Baca Juga: [FULL] Pro dan Kontra Pilkada Lewat DPRD, Koalisi Dukung-PDIP Menentang
“Kedua, usul ini disampaikan setelah koalisi pemerintah memenangkan pertarungan satu tahun. Saya yakin kalau ini diangkat sebelum pilpres, sebelum pileg, bubar itu semua itu,” ujarnya.
Deddy kemudian mempertanyakan, dari sisi mana anggaran pemborosan pada pemilihan kepala daerah secara langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, jika pelaksanaan pilkada bersamaan dengan pemilu legisatif dan pemilihan presiden (pilpres), kemungkinan penambahan biaya hanya pada pencetakan surat suara.
“Jadi saya melihatnya begini, kita harus tanya dulu, pemborosan uang atau politik uang dari sisi mana? Kalau dari sisi penyelenggaraan, kalau pilkada itu ditaruh bersamaan dengan pemilu yang lain baik pemilu langsung untuk DPR/DPRD, ataupun dengan pilpres, maka tidak ada biaya tambahan kecuali cetak surat suara.”
“Kalau yang dimaksud adalah biaya paslon, termasuk money politic, ini menurut saya sih dosa partai politik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, hal yang menyebabkan besarnya biasa politik bagi para calon adalah mahar partai politik.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- pilkada melaui dprd
- pdip
- partai demokrasi indonesia perjuangan
- deddy sitorus
- pilkada lewat dprd





