TABLOIDBINTANG.COM - Danielle Marsh eks NewJeans digugat 43,1 miliar won atau Rp 497,8 miliar oleh agensi ADOR ke Pengadilan Distrik Pusat Seoul. Selain Marsh, Agensi ADOR resmi menggugat keluarganya serta mantan CEO ADOR Min Hee Jin
Mengutip laporan Korea JoongAng Daily, Rabu (31/12), gugatan tersebut didaftarkan ADOR pada Senin (29/12). Di hari yang sama, agensi juga mengumumkan pemutusan kontrak eksklusif Danielle sebagai member NewJeans.
Perkara ini ditangani Divisi Sipil ke-31 Pengadilan Distrik Pusat Seoul dengan Hakim Nam In Soo sebagai pimpinan sidang.
Hakim tersebut sebelumnya juga menangani gugatan perdata terpisah senilai 26 miliar won yang diajukan HYBE terhadap Min Hee Jin terkait perjanjian pemegang saham, yang hingga kini masih bergulir.
Dalam dokumen gugatan, ADOR turut menyeret keluarga Danielle. Agensi menilai pihak keluarga memiliki peran signifikan dalam memprovokasi situasi internal, hingga memicu konflik hukum antara member NewJeans dan manajemen.
ADOR juga merilis pernyataan resmi yang menjelaskan kronologi keputusan tersebut. Agensi mengaku telah melakukan diskusi panjang dengan para member NewJeans dan keluarga mereka usai adanya putusan pengadilan yang menguatkan keabsahan kontrak eksklusif.
“Hanni datang ke Korea bersama keluarganya dan terlibat dalam pembicaraan mendalam dengan pihak perusahaan. Setelah diskusi terbuka dan objektif, Hanni memutuskan untuk menghormati putusan pengadilan dan melanjutkan kerja sama dengan ADOR,” tulis agensi.
Sementara itu, ADOR menyebut proses komunikasi dengan Minji masih terus berlangsung untuk mencari titik temu. Namun, situasi berbeda terjadi pada Danielle.
“Dalam kasus Danielle, kami menyimpulkan bahwa kerja sama sebagai anggota NewJeans dan artis ADOR sulit untuk dilanjutkan. Oleh karena itu, kami telah memberitahukan pemutusan kontrak eksklusifnya,” lanjut pernyataan tersebut.
ADOR juga menegaskan rencana menempuh jalur hukum terhadap salah satu anggota keluarga Danielle serta Min Hee Jin. Keduanya dinilai bertanggung jawab atas konflik yang terjadi, termasuk kepergian dan tertundanya aktivitas NewJeans.
Agensi mengklaim bahwa para member selama ini terpapar informasi yang bias dan terdistorsi, sehingga menimbulkan kesalahpahaman berkepanjangan terhadap perusahaan. Meski demikian, ADOR menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan konflik ini secara damai.
“Kami akan berupaya mengurai kesalahpahaman berdasarkan fakta yang akurat dan mencari jalan agar NewJeans dapat kembali menyapa penggemar secepat mungkin,” tutup pernyataan ADOR.
Kasus ini pun menjadi sorotan luas publik dan penggemar K-pop global, mengingat NewJeans merupakan salah satu girl group paling berpengaruh dalam beberapa tahun terakhir.

