LUBUK BASUNG, KOMPAS.TV - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam menyatakan banjir bandang kembali terjadi di kabupaten tersebut, tepatnya di Nagari (Desa) Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, pada Kamis (1/1/2025) dini hari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur mengatakan banjir melanda area Pasar Maninjau pada dini hari. Menurutnya, warga sempat berhamburan keluar rumah akrena mendengar suara gemuruh dari Sungai Muaro Pisang.
"Banjir bandang disertai bunyi gemuruh di hulu Sungai Muaro Pisang terjadi sekitar pukul 01.45 WIB," kata Abdul Ghafur di Lubuk Basung, Kamis (1/1).
Baca Juga: Prabowo Minta Maaf Belum Tinjau Semua Lokasi Bencana Banjir Sumatera: Saya Coba Tetap Datangi
Abdul Ghafur pun menyatakan banjir bandang tersebut tidak sampai menimbulkan korban manusia. Pasalnya, warga langsung mengungsi begitu mendengar suara gemuruh.
"Tidak ada korban akibat kejadian itu, karena warga langsung mengungsi saat mendengar gemuruh di hulu sungai," kata Abdul Ghafur dikutip Antara.
Meskipun demikian, koordinator BPBD itu menyebut material banjir menutup jalan provinsi di Maninjau. Jalan provinsi ini menghubungkan Lubuk Basung dengan Kota Bukittingi.
"Alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan material banjir bandang berupa lumpur dan bebatuan," katanya.
Lebih lanjut, Abdul Ghafur mengatakan banjir bandang disinyalir akbat hujan lebat yang melanda wilayah itu pada Rabu (31/12) malam. Hujan lebat diduga membuat material bekas longsor di hulu sungai turun dan menyebabkan sungai meluap.
Banjir bandang diketahui telah beberapa kali terjadi di wilayah Maninjau. BPBD pun mengimbau warga yang tinggal sepanjang sungai dan pengendara agar meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi dengan segera mengungsi dan tidak melewati daerah itu.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- banjir agam
- kabupaten agam
- banjir bandang
- jalan lubuk basung putus
- bpbd agam




