Kuala Lumpur, VIVA – Pemerintah Malaysia telah merilis pembaruan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk periode 1–7 Januari 2026. Menariknya, memasuki pekan pertama tahun baru ini tidak ada perubahan sama sekali dibandingkan pekan terakhir 2025. Seluruh jenis bahan bakar masih dipatok pada angka yang sama, menandakan harga BBM Malaysia berada dalam kondisi stabil di awal tahun.
Dilansir VIVA Otomotif dari Paultan, Kamis 1 Januari 2026, jika dikonversi menggunakan asumsi kurs 1 Ringgit Malaysia (RM) setara sekitar Rp 4.140, maka harga BBM Malaysia dalam rupiah masih berada pada rentang Rp 8.000 hingga Rp 13.000 per liter. Untuk BBM bensin RON95 nonsubsidi, harganya tetap RM 2,56 per liter atau setara sekitar Rp 10.600 per liter. Sementara itu, RON97 sebagai varian bensin beroktan lebih tinggi masih dipasarkan RM 3,16 per liter, yang bila dikalkulasikan mencapai sekitar Rp 13.100 per liter.
Malaysia juga masih mempertahankan kebijakan subsidi melalui skema Budi Madani RON95 (Budi95). Dengan program ini, RON95 bersubsidi dijual RM 1,99 per liter, kira-kira setara Rp 8.200 per liter, dengan jatah 300 liter per bulan bagi warga negara Malaysia yang memenuhi syarat dan memiliki lisensi mengemudi yang sah. Skema ini menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi regional.
Pada sektor diesel, harga juga tidak mengalami penyesuaian. Solar Euro 5 campuran B10 dan B20 tetap berada di level RM 2,94 per liter, atau sekitar Rp 12.100 per liter. Sementara Euro 5 B7 yang memiliki kandungan biodiesel lebih rendah, masih dipatok RM 3,14 per liter, atau kurang lebih Rp 13.000 per liter. Untuk wilayah Malaysia Timur seperti Sabah, Sarawak, dan Labuan, harga diesel tetap lebih murah di RM 2,15 per liter, atau sekitar Rp 8.900 per liter.
Seluruh harga ini berlaku mulai tengah malam hingga 7 Januari 2026, sebelum pemerintah kembali merilis pembaruan harga mingguan berikutnya. Ini menjadi pembaruan harga BBM pertama di Malaysia pada 2026, sekaligus melanjutkan sistem penetapan harga mingguan yang telah diterapkan sejak 2019.
Stabilnya harga BBM ini memberikan kepastian bagi konsumen di awal tahun. Namun demikian, pergerakan harga global dan kebijakan energi nasional tetap akan menjadi faktor penentu apakah harga akan bertahan stabil, mengalami kenaikan, atau justru turun pada pekan-pekan berikutnya.


