Labuan Bajo, VIVA – Tim Sar gabungan memutuskan menambah waktu pencarian terhadap pelatih Valencia dan dua warga negara Spanyol lain yang menjadi korban tenggelamnya kapal wisata Putri Sakina di Selat Padar, Taman Nasional Komodo, Jumat (26/12/2025). Keputusan tersebut usai melakukan rapat evaluasi di posko nataru Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Kamis malam, 1 Januari 2026.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman mengatakan perpanjangan dilakukan selama tiga hari ke depan. Hal ini atas permintaan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, Kedutaan Besar Spanyol, dan pihak keluarga.
"Operasi kita perpanjang sampai tiga hari ke depan dengan fokus pencarian menggunakan sonar," kata Fathur.
Sonar yang disiapkan kini sudah berjumlah lima unit berasal dari Direktorat Polairud Polda NTT, Distrik Navigasi Kupang, dan IPB. Untuk sementara, sebagian personel termasuk penyelam akan diistirahatkan.
"Jika pada evaluasi sonar mendapatkan tanda, tim penyelam akan kembali melaksanakan penyelaman," terang dia.
Sementara itu, untuk pencarian di permukaan, Fathur mengatakan akan tetap terus dilakukan. Penyisiran akan dilakukan di sekitar Taman Nasional Komodo.
"Untuk besok sonar yang sudah disiapkan untuk pemetaan di dasar laut dan membaca arus laut yang akan dilakukan oleh pihak IPB," tutup dia.
Keluarga Korban Kapal Tenggelam Pantau Langsung Pencarian di Selat Padar
- Vera Bahali/tvOne/Labuan Bajo
Keluarga korban pelatih Valencia FC bertolak dari Labuan Bajo menuju Pulau Padar, Kamis 1 Januari 2026 untuk memantau proses pencarian 3 korban tenggelamnya kapal Putri Sakina. Selain dua perwakilan keluarga, juga perwakilan dari kedutaan besar Spanyol.
Pendamping keluarga, Budi Widjaja mengatakan kunjungan tersebut atas permintaan pihak keluarga dari Spanyol untuk melihat secara langsung proses pencarian di laut. Mereka juga mendapat kesempatan berbincang dengan beberapa rescuer yang ada di lokasi.
"Sebenarnya sudah dari hari pertama mereka minta, tapi kami tidak mengijinkan karena kondisi psikologis dari keluarga. Tapi karena diwakilkan dan kami juga harus memberikan penjelasan strategi pencarian hari ini berbeda dengan strategi pencarian yang dilakukan sebelumnya," kata Budi.





