Sains di Balik Resolusi: Mengapa Otak Kita Terobsesi dengan "Awal yang Baru"?

kumparan.com
21 jam lalu
Cover Berita

Setiap penghujung Desember, sebuah ritual masif terjadi di seluruh dunia. Jutaan orang mulai menyusun daftar keinginan yang kita kenal sebagai resolusi. Namun, pernahkah kita merenung mengapa pergantian kalender begitu sakral sehingga otak kita merasa harus menjadi sosok yang sepenuhnya baru pada tanggal 1 Januari?

Jejak Janji Babilonia dan Penanda Waktu Kognitif

Obsesi manusia terhadap perubahan pada tahun baru ternyata bukanlah tren modern. Praktik ini berakar sejak 4.000 tahun lalu pada peradaban Babilonia Kuno, di mana masyarakat berjanji melunasi utang demi keberkahan musim tanam. Tradisi ini diperkuat bangsa Romawi melalui sosok Dewa Janus, sang penjaga gerbang waktu berwajah dua yang melambangkan introspeksi masa lalu dan visi masa depan.

Secara sains, awal tahun berfungsi sebagai temporal landmark atau penanda waktu. Penanda ini membantu otak menciptakan pemisah mental antara kegagalan masa lalu dan harapan masa depan melalui fenomena yang disebut Fresh Start Effect.

Mengapa Motivasi Saja Tidak Cukup untuk Bertahan hingga Februari?

Secara psikologis, pergantian tahun memberikan ilusi bahwa kegagalan pada masa lalu telah terhapus sepenuhnya. Namun, di sinilah letak risikonya. Sering kali kita terjebak dalam False Hope Syndrome, yaitu menetapkan target yang terlalu muluk karena terbuai euforia suasana.

Riset menunjukkan bahwa mayoritas resolusi kandas pada minggu kedua Februari. Kegagalan ini biasanya terjadi karena target yang dibuat tidak spesifik dan terlalu ambisius, sehingga sistem kognitif kita merasa terbebani dan cenderung menyerah saat menghadapi rintangan pertama.

Formula SMART: Mengubah Imajinasi Menjadi Aksi Nyata

Supaya resolusi tidak sekadar menjadi ritual tahunan yang sia-sia, para ahli menyarankan pendekatan strategis berbasis riset menggunakan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Metode ini membantu otak untuk fokus pada langkah-langkah teknis yang terukur dibandingkan imajinasi yang abstrak.

Pada akhirnya, resolusi tahun baru adalah tentang kejujuran kognitif. Perubahan besar tidak bermula dari janji yang bombastis, melainkan dari pembentukan jalur saraf baru melalui kedisiplinan kecil yang dilakukan secara konsisten. Jadi, sudahkah Anda menyiapkan satu langkah kecil yang terukur untuk tahun ini?


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dilema di Bursa Transfer: Ketika Pelatih PSM Tomas Trucha Harus Bersiap Pemain Andalannya Dibajak, Terutama Rumor Victor Luiz dan Yuran ke Persebaya Surabaya
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Kementerian PU Percepat Pemulihan Konektivitas di Aceh, Akses Purwong Tingkem Kembali Terhubung
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Atasi Macet, Ragunan Evaluasi Distribusi Kendaraan di Pintu Masuk
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pintu Air Pasar Ikan Siaga 1, Warga Pesisir Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Menolak Penghapusan Pilkada Langsung
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.