Kaleidoskop 2025: Akhir Tragis Pencarian Panjang Alvaro Kiano, Tewas di Tangan Ayah Tiri

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho menjadi salah satu kasus yang menyedot perhatian publik sepanjang 2025.

Alvaro adalah bocah enam tahun yang tumbuh bersama kakek dan neneknya di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Ayahnya dipenjara karena tersandung kasus narkoba, dan ibunya bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja wanita (TKW).

Baca juga: Alvaro, Bocah Pesanggrahan yang Hilang 8 Bulan Ditemukan Meninggal

Bocah yang bercita-cita sebagai pilot itu dikenal sebagai anak yang aktif dan senang mengikuti kakeknya ke berbagai acara sosial, baik di lingkungan tempat tinggal, hingga ke luar kota.

Ia bahkan memanggil sang kakek, Tugimin, dengan sebutan “Bapak”.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=alvaro kiano anak hilang, alvaro kiano, alvaro kiano dibunuh, kaleidoskop 2025&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMS8yMTExMzM1MS9rYWxlaWRvc2tvcC0yMDI1LWFraGlyLXRyYWdpcy1wZW5jYXJpYW4tcGFuamFuZy1hbHZhcm8ta2lhbm8tdGV3YXMtZGk=&q=Kaleidoskop 2025: Akhir Tragis Pencarian Panjang Alvaro Kiano, Tewas di Tangan Ayah Tiri§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Hilangnya Alvaro juga pertama kali disadari Tugimin. Mulanya sang cucu pamit berangkat ke masjid setelah menemani neneknya kontrol kesehatan ke rumah sakit, Kamis (6/3/2025).

Hingga malam tiba, Alvaro tak kunjung melangkah masuk ke dalam rumah.

Pukul 21.30 WIB, Tugimin makin resah. Ia pun keluar dari rumah untuk mencari sang cucu.

Namun tak ada tanda-tanda keberadaan Alvaro yang ia temukan malam itu.

Ia langsung menyambangi Polsek Pesanggrahan untuk membuat laporan.

Keesokan paginya ia langsung diarahkan untuk membuat laporan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Selatan.

Baca juga: Akhir Pilu Pencarian Alvaro: 8 Bulan Menghilang, Ditemukan dalam Kondisi Tinggal Kerangka

Pencarian keluarga

Tiga hari kemudian, Tugimin baru diberi tahu marbut masjid tentang jejak terakhir Alvaro di masjid sore itu.

Kata sang marbut, saat itu seorang pria yang mengaku sebagai ayah Alvaro datang mencari bocah itu.

“Ada orang datang, ditanya sama marbut, 'Pak, cari siapa?', 'Cari anak saya. Alvaro katanya kalau shalat di masjid sini'. 'Itu ada anaknya di atas'. Kata marbut begitu," ujar Tugimin saat ditemui di kediamannya, Selasa (22/4/2025).

Setelah itu, marbut tak lagi memerhatikan karena terdistraksi pekerjaannya menyiapkan makanan untuk berbuka puasa.

Dalam pencarian Alvaro, polisi mulai bergerak dengan memeriksa beberapa saksi, termasuk saudara ayahnya yang tinggal di luar Jakarta.

Namun, saat dilihat dari wajahnya, saudara ayah kandung Alvaro tak sesuai dengan deskripsi marbut.

“(Polisi) bahkan sampai (membawa) suami dari adik bapaknya Alvaro, dibawa ke Jakarta untuk ditunjukkan kepada marbut, ternyata yang datang bukan itu,” tegas dia.

Pemeriksaan terhadap CCTV masjid pun tak membantu karena kondisinya yang sudah rusak.

Pencarian Alvaro pun menghadapi jalan buntu.

Baca juga: Jejak Kematian Alvaro Usai Pergi ke Masjid Bintaro hingga Ditemukan Tinggal Kerangka

Polisi terus melakukan pencarian hingga ke rumah keluarga ayah dan ibu Alvaro di Batam dan Bogor. Namun, petunjuk tak kunjung ditemukan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Keluarga tak hanya bertumpu pada penanganan kepolisian. Mereka juga melakukan pencarian secara mandiri.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Aksi Pencurian Besar Terjadi Saat Libur Natal, Bank di Jerman Kehilangan Setara Rp 588 Miliar
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Malam Pergantian Tahun di Purwakarta, Hasilkan 1 Ton Sampah
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
BNPB: Personel TNI Tangani Bencana Dapat Uang Makan-Lelah Rp 165 Ribu
• 12 jam laludetik.com
thumb
Jakpro Buka Suara soal Dugaan Calo Tiket Planetarium Jakarta
• 8 jam lalukompas.com
thumb
34.976 pengunjung padati Kota Tua pada malam tahun baru
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.