Jakarta, tvOnenews.com - Chelsea FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Enzo Maresca. Keputusan tersebut diumumkan klub pada Kamis waktu setempat, menyusul memburuknya hubungan antara pelatih asal Italia itu dengan jajaran petinggi Stamford Bridge.
Dalam pernyataan resminya, Chelsea menyebut perpisahan ini diambil demi kepentingan klub yang masih berjuang di sejumlah kompetisi musim ini.
“Chelsea Football Club dan Pelatih Kepala Enzo Maresca telah berpisah. Selama masa baktinya, Enzo memimpin tim meraih kesuksesan di UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA. Kami berterima kasih atas kontribusinya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya,” bunyi pernyataan klub dikutip dari laman Daily Mail, Kamis (1/1/2026).
Pemecatan Maresca tidak datang secara tiba-tiba. Chelsea hanya mampu meraih satu kemenangan dari tujuh laga terakhir di Liga Inggris, sebuah catatan yang dinilai jauh dari ekspektasi manajemen.
Namun, bukan hanya hasil di lapangan yang menjadi pertimbangan. Hubungan Maresca dengan pihak internal klub dikabarkan mengalami keretakan serius, terutama dengan departemen medis.
Sikap sang pelatih sebelum hengkang pun menjadi sorotan. Salah satu momen yang paling disorot adalah komentar emosional Maresca usai kemenangan atas Everton, ketika ia mengklaim baru saja melewati “48 jam terburuk” dalam kariernya. Pernyataan tersebut disebut-sebut berkaitan dengan ketegangan internal soal penanganan pemain cedera.
Situasi semakin memanas setelah Maresca absen dari konferensi pers pascalaga tengah pekan dengan alasan sakit. Pihak klub diyakini tidak sepenuhnya mempercayai alasan tersebut dan menilai tindakan itu tidak profesional, tidak sopan, serta membebani staf pelatih lain, termasuk Willy Caballero yang harus menggantikannya.
Selain itu, Maresca juga dikabarkan kerap mengabaikan rekomendasi medis dengan memainkan pemain yang baru pulih dari cedera dalam durasi terlalu lama. Hal ini membuat manajemen semakin kehilangan kepercayaan.
Di sisi lain, kini Chelsea bergerak cepat untuk menunjuk manajer baru. Sejumlah nama telah masuk dalam radar, dengan Liam Rosenior disebut sebagai kandidat terkuat. Selain itu, pelatih Bournemouth, Andoni Iraola, juga masuk dalam pertimbangan.
Sementara itu, nama-nama besar seperti Roberto De Zerbi, Cesc Fabregas, hingga John Terry dipastikan tidak masuk dalam daftar kandidat. Jika penunjukan permanen belum rampung dalam waktu dekat, Willy Caballero berpeluang menjadi pelatih interim.




