Jakarta, tvOnenews.com - Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) memberikan kepercayaan penuh kepada mantan pelatih tim nasional Malaysia, Ong Kim Swee, melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pembinaan sepak bola usia muda nasional.
FAM mengonfirmasi bahwa Ong Kim Swee selaku Direktur Teknik bersama staf pelatihnya diberikan wewenang penuh dalam memilih jajaran pelatih untuk Program Pengembangan Sepak Bola Nasional (National Football Development Programme/NFDP) serta Akademi Mokhtar Dahari (AMD).
Pelaksana Tugas Presiden FAM, Datuk Mohd Yusoff Mahadi, menegaskan bahwa federasi memiliki keyakinan besar terhadap kemampuan dan pengalaman Ong Kim Swee dalam menilai serta mengevaluasi sistem pelatihan sepak bola usia muda Malaysia secara komprehensif.
“Seluruh proses seleksi pelatih akan ditangani oleh Kim Swee dan timnya. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kekurangan di masa lalu dan membangun fondasi yang lebih kuat untuk NFDP dan AMD,” ujar Yusoff.
Menurut Yusoff, hingga saat ini kontrak 12 pelatih telah resmi diakhiri, sementara sejumlah nama lainnya masih dalam tahap evaluasi.
Namun, ia menegaskan bahwa identitas para pelatih tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Direktur Teknik.
“Itu adalah wewenang dan tanggung jawab Direktur Teknik. Kita perlu memberikan kepercayaan kepada Kim Swee dan timnya untuk memilih kandidat terbaik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yusoff menambahkan bahwa langkah ini diambil meningkatkan kualitas pelatihan sekaligus memastikan program pembinaan mampu menghasilkan prestasi yang lebih baik di masa mendatang.
Sebelumnya, sejumlah media Malaysia melaporkan bahwa sebanyak 26 pelatih NFDP dan AMD berada dalam situasi tidak menentu setelah kontrak mereka diputus.
Dari jumlah tersebut, 14 pelatih diketahui bertugas di Amerika Serikat, sementara 12 lainnya berafiliasi dengan Akademi Mokhtar Dahari.
Yusoff menekankan bahwa seluruh perubahan ini dilakukan demi memperkuat struktur kepelatihan dan menciptakan sistem manajemen yang lebih efektif.
“Terserah mereka untuk memutuskan siapa yang bertahan dan siapa yang pergi. Yang terpenting adalah bagaimana Malaysia dapat memiliki staf pelatih yang lebih baik dan lebih selaras dengan arah pengembangan sepak bola saat ini,” pungkasnya.
Langkah besar ini menandai komitmen FAM dalam membangun fondasi kuat bagi lahirnya generasi pemain muda berkualitas demi masa depan sepak bola Malaysia.




