Kubu Roy Suryo Duga Ada Manuver Bikin Kasus Ijazah Jokowi Seolah-olah Selesai

rctiplus.com
18 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Kuasa hukum para tersangka kasus dugaan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi), Ahmad Khozinudin, menilai narasi bahwa Jokowi akan memaafkan para tersangka seolah menjadi upaya untuk menghentikan perkara hukum yang sedang berjalan.

“Ini mengonfirmasi seolah-olah harus diakhiri di proses ini (perdamaian), sehingga tidak perlu ke persidangan,” kata Khozinudin dalam program Interupsi bertajuk ‘Jokowi Tak Maafkan Roy–Rismon–Tifa, Kenapa?’ yang ditayangkan iNews, Kamis (1/1/2026).

Dia menegaskan Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa sama sekali tidak pernah merasa bersalah dan tidak memiliki niat untuk menyampaikan permohonan maaf terkait tuduhan yang dilayangkan.

Ia menyebut adanya manuver yang mencoba membangun opini seolah-olah perkara ini telah selesai setelah dokumen ijazah diperlihatkan kepada para tersangka.

“Pertanyaannya, siapa yang minta maaf? Dan siapa yang sudah diputus bersalah sehingga harus minta maaf? Apakah dengan mendekatkan dokumen kepada orang yang berstatus tersangka yang minta ditunjukkan, kemudian bimsalabim ijazah itu menjadi asli? Oh tidak, ini prosesnya masih panjang,” ujarnya.

Pihaknya juga menyatakan telah mengajukan permohonan kepada kepolisian untuk melakukan pengujian secara independen terhadap objek ijazah yang diperkarakan. Langkah ini diambil untuk memastikan keaslian dokumen secara saintifik, bukan sekadar klaim sepihak.

Menurutnya, munculnya narasi perdamaian dan permintaan maaf diduga merupakan strategi untuk menghindari proses hukum lebih lanjut. Pihaknya menyinyalir pelapor mulai merasa lelah dengan dinamika kasus ini, namun berupaya menghentikan perkara dengan cara yang seolah-olah datang dari pihak tersangka.

Khozinudin juga mengungkapkan bahwa salah satu tersangka, Rustam Effendi, telah menyatakan tetap pada pendiriannya bahwa ijazah yang ditunjukkan oleh pihak kepolisian memiliki ketidaksesuaian fisik. Setelah diperlihatkan dokumen tersebut, Rustam secara tegas menolak mengakui keabsahannya.

“Rustam Effendi setelah diperlihatkan ijazah itu, dia bilang, ‘Oh itu palsu, Pak Polisi. Itu bibir bukan bibir Pak Jokowi, itu mata bukan mata Pak Jokowi, itu telinga bukan telinga Pak Jokowi. Ijazah itu palsu,’” tuturnya.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mentan: Tidak Ada Alasan Harga Beras, Minyak Goreng, dan Gula Naik
• 6 jam lalufajar.co.id
thumb
4 Tips Self Care di Awal Tahun
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bintang BRI Super League: Gacornya Ezra Walian di Musim Keduanya Berseragam Persik
• 5 jam lalubola.com
thumb
Dirut Bulog Sebut Stok Beras di Awal 2026 Capai 3,25 Juta Ton
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bapanas: Sisa Stok dari 2025 Kuat untuk Bantu Kebutuhan 2026, Pangan RI Cukup Tanpa Impor
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.