Jakarta (ANTARA) - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait berencana menyiapkan transformasi Kawasan Menteng Jakarta menjadi kawasan tematik, seperti kampung kuliner, pada 2026, bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
“Sebelum program berjalan, kami akan berdialog dengan warga. Apakah mereka setuju atau tidak. Setiap kebijakan publik harus melibatkan masyarakat agar program berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Ara dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
Namun demikian, Maruarar atau disapa Ara menegaskan bahwa seluruh rencana kebijakan dan program akan diawali dengan dialog bersama warga untuk memastikan dukungan dan persetujuan masyarakat.
Kementerian PKP terus mendorong penataan kawasan kumuh secara bertahap dan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut dilakukan di Kelurahan Menteng, Jakarta, melalui pendekatan gotong royong bersama tanpa menggunakan APBN.
Ara menyampaikan bahwa saat ini telah terdapat dua unit rumah yang sedang direnovasi melalui semangat gotong royong bersama. Progres renovasi telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung pada pertengahan Januari 2026.
“Saat ini sudah ada dua rumah yang direnovasi secara gotong royong, progresnya sudah 70 persen dan kami targetkan selesai pertengahan Januari 2026. Ini contoh nyata bahwa dengan kolaborasi, perbaikan hunian bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.
Ke depan, Kementerian PKP merencanakan renovasi sekitar 50 rumah sekaligus melakukan penataan kawasan kumuh di wilayah tersebut tanpa APBN.
Penataan akan dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak, termasuk dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang akan berkontribusi dalam penyusunan desain rumah dan kawasan secara gratis.
“Kami ingin penataan kawasan ini tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga lingkungan. IAI akan membantu mendesain rumah dan kawasan secara profesional tanpa biaya, sehingga hasilnya lebih tertata dan layak huni,” ujar Ara.
Baca juga: Menteri PKP minta lokasi huntap penyintas Sumatera dekat fasum
Baca juga: Menteri PKP: Pembangun hunian tetap korban bencana resmi dimulai
Baca juga: Menteri PKP: Pembangunan perumahan gerakkan 180 jenis industri
“Sebelum program berjalan, kami akan berdialog dengan warga. Apakah mereka setuju atau tidak. Setiap kebijakan publik harus melibatkan masyarakat agar program berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Ara dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
Namun demikian, Maruarar atau disapa Ara menegaskan bahwa seluruh rencana kebijakan dan program akan diawali dengan dialog bersama warga untuk memastikan dukungan dan persetujuan masyarakat.
Kementerian PKP terus mendorong penataan kawasan kumuh secara bertahap dan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut dilakukan di Kelurahan Menteng, Jakarta, melalui pendekatan gotong royong bersama tanpa menggunakan APBN.
Ara menyampaikan bahwa saat ini telah terdapat dua unit rumah yang sedang direnovasi melalui semangat gotong royong bersama. Progres renovasi telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung pada pertengahan Januari 2026.
“Saat ini sudah ada dua rumah yang direnovasi secara gotong royong, progresnya sudah 70 persen dan kami targetkan selesai pertengahan Januari 2026. Ini contoh nyata bahwa dengan kolaborasi, perbaikan hunian bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.
Ke depan, Kementerian PKP merencanakan renovasi sekitar 50 rumah sekaligus melakukan penataan kawasan kumuh di wilayah tersebut tanpa APBN.
Penataan akan dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak, termasuk dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang akan berkontribusi dalam penyusunan desain rumah dan kawasan secara gratis.
“Kami ingin penataan kawasan ini tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga lingkungan. IAI akan membantu mendesain rumah dan kawasan secara profesional tanpa biaya, sehingga hasilnya lebih tertata dan layak huni,” ujar Ara.
Baca juga: Menteri PKP minta lokasi huntap penyintas Sumatera dekat fasum
Baca juga: Menteri PKP: Pembangun hunian tetap korban bencana resmi dimulai
Baca juga: Menteri PKP: Pembangunan perumahan gerakkan 180 jenis industri




