VIVA – Hubungan biologis antara suami dan istri merupakan sesuatu yang sah dan halal dalam Islam. Hubungan ini dapat dilakukan kapan saja, selama didasari oleh kerelaan dan kesepakatan kedua belah pihak. Islam sendiri memandang hubungan suami istri bukan hanya sebagai pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari ibadah dan bentuk kasih sayang dalam rumah tangga.
Namun, berbicara tentang hubungan biologis, ternyata ada beberapa sunah yang mungkin belum banyak diketahui oleh pasangan suami istri. Salah satunya berkaitan dengan waktu yang dianjurkan untuk melakukannya.
Tahukah kamu bahwa terdapat anjuran untuk melakukan hubungan biologis pada Jumat pagi? Lantas mengapa dengan hari Jumat pagi? Mari kita bahas lebih lanjut bersamaan dengan penjelasan dari ustaz Khalid Basalamah.
“Nabi SAW menyebutkan dalam hadis sahih riwayat Imam Ahmad ‘bukanlah dari golonganku seseorang yang tidak bercumbu sebelum biologis’ Jadi berjima itu boleh kapan saja selama itu yang dihalalkan dalam agama. Dan diprioritaskan di Jumat pagi,” kata ustaz Khalid Basalamah dikutip dari tayangan YouTube, Jumat 2 Desember 2025.
Lebih lanjut diungkap oleh Ustaz Khalid Basalamah bahwa ternyata menjalani hubungan suami istri di Jumat pagi merupakan salah satu perintah Nabi Muhammad SAW. Disebut Ustaz Khalid, Nabi Muhammad memerintahkan seluruh laki-laki muslim yang telah menikah untuk melakukan hubungan suami istri di Jumat pagi dan dilanjutkan dengan menggabungkan antara mandi junub dan mandi Jumat.
“karena di Jumat pagi itu ada perintah nabi SAW menyuruh seluruh laki-laki muslim tentunya yang sudah menikah dianjurkan bergaul, berhubungan biolgis kemudian dia menyatukan antara mandi junubnya sama mandi Jumat-nya,” jelasnya.
Nabi Muhammad, kata Ustaz Khalid menyebut bahwa siapa saja umat Allah yang menggabungkan mandi junub dengan mandi Jumat, kemudian menjalankan ibadah solat Jumat hingga selesai. Maka, dosanya akan diampuni oleh Allah SWT.
“Kata Nabi SAW siapa yang mandi Jumat dengan mandi junub, kemudian dia memakai baju terbaiknya kemudian memakai wangi-wangian terbaik, menyisir rambutnya yang terbaik. Kemudian dia pergi ke masjid lalu dia solat seperti yang diperintahkan kemudian dia mendengarkan khotib pada saat khutbah dan dia solat Jumat bersama khatib kecuali dosanya akan diampuni. Jadi di sini ada perintah menggabungkan antara mandi junub sama mandi Jumat,” kata dia.



