REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG, – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, memberikan pengarahan kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot agar terus berinovasi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan tersebut.
Pada Kamis, Ratu Dewa menekankan bahwa realisasi PAD pada tahun 2025 hanya mencapai sekitar 85 persen dari target Rp1,8 triliun. Oleh karena itu, diperlukan inovasi agar target PAD 2026 dapat tercapai.
Menurutnya, untuk mencapai target tersebut, selain mendorong kinerja Badan Pendapatan Daerah, OPD lain juga harus berkontribusi maksimal. "Dengan berbagai kajian dan inovasi, serta kontribusi dari seluruh OPD, insyaallah target penerimaan pajak daerah yang tidak jauh berbeda dengan tahun lalu dapat tercapai pada 2026 ini," ujarnya.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Untuk memaksimalkan penerimaan, terutama dari pajak, pihaknya terus melakukan pendekatan dengan pelaku usaha dan masyarakat agar mereka memenuhi kewajiban pajak sesuai ketentuan. Selain itu, pendekatan dengan para wajib pajak potensial yang merupakan penyumbang utama PAD juga dilakukan dengan memberikan penghargaan.
Sebelumnya, Kepala Bapenda Palembang, Marhaen, menyatakan pihaknya mengandalkan penerimaan dari pajak bumi dan bangunan (PBB) serta pajak hotel, restoran, dan tempat hiburan sebagai penerimaan utama daerah ini. Penerimaan pajak dari sektor-sektor tersebut mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahun. Untuk mengoptimalkan penerimaan pajak tersebut, pendekatan dengan pengelola hotel, restoran, tempat hiburan, masyarakat, dan pihak lainnya terus dilakukan.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}Konten ini diolah dengan bantuan AI.



