Harga Minyak Turun dan Catat Kerugian Tahunan Hampir 20%

wartaekonomi.co.id
13 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga minyak dunia melemah pada perdagangan di Rabu (31/12). Ia menutup tahun lalu dengan penurunan tajam, seiring meningkatnya ekspektasi kelebihan pasokan menyusul  tahun yang diwarnai konflik geopolitik, perang tarif perdagangan serta sanksi terhadap Rusia, Iran, dan Venezuela.

Dilansir Jumat (2/1), Minyakl Brent ditutup turun 0,8% ke US$60,85. Sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) turun 0,9% ke US$57,42.

Baca Juga: Produk Impor Dominasi Pasar Minyak Herbal

Adapun Brent secara tahunan anjlok sekitar 19%. Ia mencatat penurunan persentase tahunan terbesar sejak 2020. Sementara  West Texas Intermediate membukukan penurunan tahunan hampir 20%

BNP Paribas Commodity Analyst, Jason Ying memperkirakan harga minyak akan turun pada kuartal pertama 2026. Hal ini terjadi seiring pertumbuhan pasokan yang mulai normal dan permintaan yang cenderung datar.

“Alasan kami lebih bearish dalam jangka pendek dibandingkan pasar adalah karena kami menilai produsen shale AS mampu melakukan lindung nilai pada level harga yang tinggi,” kata Ying.

“Hal itu membuat pasokan dari produsen shale lebih konsisten dan kurang sensitif terhadap pergerakan harga," tambahnya.

Dari Amerika Serikat, data menunjukkan persediaan minyak mentah turun pekan lalu, meski stok produk olahan justru meningkat tajam. Persediaan minyak mentah turun menjadi 422,9 juta barel. Namun, stok bensin melonjak menjadi 234,3 juta barel. Sementara persediaan distilat, termasuk diesel dan minyak pemanas, naik menjadi 123,7 juta barel.

Sepanjang tahun, pasar energi juga dipengaruhi oleh konflik geopolitik. Perang Rusia-Ukraina berdampak terhadap pasar energi setelah serangan drone merusak infrastruktur minyak dari Rusia.

Konflik Iran dan Israel pada tahun lalu lalu turut meningkatkan risiko pasokan dengan mengganggu pelayaran di Selat Hormuz. Adapun hal ini kembali muncul seiring krisis antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di Yaman.

Baca Juga: Pipa Pecah Gegara Banjir Sumatera, Produksi Minyak RI Hilang 2.000 Barel Per Hari

Sementara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memerintahkan blokade terhadap ekspor minyak dari Venezuela. Ia juga mengancam akan melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Langit Central Park Dihiasi Drone Tahun Baru, Pengunjung Antusias Rekam Momen
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Tahun Berganti, Silfester Matutina Tak Juga Dibui
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
3 Pelatih BRI Super League Paling Moncer Sepanjang Tahun 2025: Bojan Hodak Enggak Ada Obat, Hendri Susilo Bikin Bangga Nahkoda Lokal
• 23 jam lalubola.com
thumb
Bentakan ke Penumpang yang Buat Sopir JakLingko Kehilangan Pekerjaan
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Libur Usai, Ganjil Genap Jakarta Aktif Lagi Berlaku Mulai 06.00 WIB di 25 Jalan Ini
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.