Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi menuntaskan akuisisi jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU bermerek Esso di Singapura. Penyelesaian transaksi ini dilakukan setelah seluruh persetujuan regulasi dan ketentuan penutupan terpenuhi.
Merujuk keterangan resmi yang disampaikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, manajemen TPIA menyebut aksi mencaplok pemimpin pasar SPBU di Singapura itu menjadi bagian dari strategi perseroan dalam membangun platform infrastruktur energi yang terintegrasi dan tangguh.
“Perseroan akan terus mengejar peluang pertumbuhan yang sejalan dengan tujuan bisnis jangka panjang, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” ujar manajemen TPIA dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Jumat (2/1).
Aksi akuisisi itu berlangsung setelah anak usaha TPIA yaitu PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) memberikan pinjaman kepada perusahaan saudari, PT Chandra Asri Capital Pte. Ltd. (CAC) US$ 95 juta atau Rp 1,59 triliun (kurs Rp 16.730 per US$). Perjanjian pinjaman ini diteken pada 18 Desember 2025 dengan jangka waktu hingga 31 Desember 2030.
TPIA menggelontorkan US$ 1 miliar atau Rp 16,73 triliun untuk mengakuisisi penuh SPBU terkemuka di Singapura itu.
Sebelumnya, TPIA menandatangani perjanjian jual beli atau sale and purchase agreement (SPA) untuk mengakuisisi jaringan SPBU Esso milik ExxonMobil di Singapura. Akuisisi dilakukan melalui perusahaan bertujuan khusus atau special purpose vehicle (SPV) di bawah anak usaha yang sepenuhnya dimiliki Chandra Asri Group.
Jaringan SPBU Esso di negara Singa tersebut mencakup sekitar 60 lokasi yang terdiri dari 27 lahan dengan kepemilikan penuh dan 33 lahan sewa. Berdasarkan jumlah lokasi maupun volume penjualan bahan bakar, total penjualan SPBU tersebut mencapai sekitar 2,4 juta barel bahan bakar per tahun.
Langkah itu menjadi bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang Chandra Asri Group yang berfokus pada pengembangan infrastruktur energi terintegrasi, sekaligus memperluas pasar solusi energi dan mobilitas di Singapura serta kawasan Asia Tenggara.
Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra mengatakan, ekspansi ke ekosistem bahan bakar ritel di Singapura merupakan langkah strategis untuk membangun platform terintegrasi bagi pertumbuhan regional.
Menurut dia, jaringan ritel bahan bakar yang kuat serta iklim usaha yang kondusif di Singapura menjadi fondasi penting bagi Chandra Asri Group untuk memperkuat posisi sebagai pemain utama solusi energi, manufaktur, dan infrastruktur di Asia Tenggara.
“Kami bertujuan memperkuat kelincahan operasional, ketahanan energi, dan daya saing Singapura sebagai pusat energi regional terdepan,” kata Erwin dalam keterangan pers, pada Oktober (24/10).
Dalam akuisisi ini, Chandra Asri Group tetap menggunakan merek Esso dan akan membeli bahan bakar bermerek dari ExxonMobil. Seluruh poin dan kartu loyalitas pelanggan tetap berlaku tanpa perubahan. Perseroan juga mempertahankan seluruh karyawan ExxonMobil yang selama ini terlibat dan menjalankan operasional bisnis tersebut.




