Suriah Luncurkan Mata Uang Baru Tanpa Gambar al-Assad

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Suriah resmi meluncurkan uang kertas baru dengan menghapus gambar mantan Presiden Bashar al-Assad dan ayahnya, Hafez al-Assad.

Pemerintah Suriah resmi meluncurkan uang kertas baru dengan menghapus gambar mantan Presiden Bashar al-Assad dan ayahnya, Hafez al-Assad. (Foto: Dok. Reuters)

IDXChannel - Pemerintah Suriah resmi meluncurkan uang kertas baru dengan menghapus gambar mantan Presiden Bashar al-Assad dan ayahnya, Hafez al-Assad. Langkah ini menjadi simbol pemutusan dengan rezim lama setelah perubahan politik yang terjadi pada akhir 2024.

Mata uang baru tersebut beredar mulai 1 Januari 2026 dan diterbitkan dalam pecahan 10, 25, 50, 100, 200, dan 500 pound Suriah. Dalam kebijakan ini, pemerintah juga menghapus dua nol dari uang lama untuk mempermudah transaksi sehari-hari.

Baca Juga:
Israel–Suriah Sepakat Gencatan Senjata, Iran Laporkan Israel ke PBB

Desain uang kertas kini menampilkan simbol-simbol pertanian seperti gandum, zaitun, jeruk, mawar, dan murbei yang merepresentasikan kekayaan alam Suriah. Simbol politik yang sebelumnya mendominasi desain uang sepenuhnya dihilangkan.

Presiden interim Suriah Ahmed al-Sharaa mengatakan, desain mata uang baru ini mencerminkan identitas nasional yang berbeda dari masa lalu. Dia juga menilai, penerbitan uang baru menandai fase baru bagi rakyat Suriah. 

Baca Juga:
Tinggalkan Rusia, India Borong Minyak dari AS dan Timur Tengah

“Ini adalah akhir dari fase lama yang tidak dirindukan dan awal dari fase baru yang diharapkan rakyat Suriah,” katanya dikutip dari EuroNews, Jumat (2/1/2026).

Ahmed juga menegaskan, penghapusan dua nol tidak serta-merta memperbaiki kondisi ekonomi nasional. “Pengurangan nol ini bukan berarti ekonomi membaik, tetapi hanya mempermudah penggunaan mata uang,” katanya.

Dia menambahkan pemulihan ekonomi bergantung pada peningkatan produksi, penurunan pengangguran, dan penguatan sektor perbankan. “Bank adalah urat nadi ekonomi, tanpa sistem perbankan yang sehat, pertumbuhan sulit tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Suriah Abdul Qader Hosriya mengatakan, proses penukaran uang akan berlangsung selama 90 hari dan dapat diperpanjang. Dia mengatakan, bank sentral diberi kewenangan penuh untuk mengatur tenggat waktu dan lokasi penukaran uang lama. 

“Proses penukaran akan dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan kepanikan,” ujarnya.

Nilai tukar pound Suriah sebelumnya anjlok tajam sejak perang saudara pecah pada 2011. Dari sekitar 47 pound per dolar AS pada 2011, nilainya sempat menyentuh level 25.000 pound per dolar AS pada 2024. Saat ini, mata uang tersebut diperdagangkan di kisaran 11.000 pound per dolar AS, sehingga warga harus membawa uang tunai dalam jumlah besar untuk transaksi harian.

Dalam skema redenominasi, setiap 100 pound lama akan ditukar menjadi satu pound baru. Selama masa transisi, uang lama dan uang baru akan beredar bersamaan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan normal.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Waka Komisi X DPR Minta Dosen Unima Diduga Lecehkan Mahasiswi Diproses Hukum
• 4 jam laludetik.com
thumb
5 Manfaat Konsumsi Air Lemon Setiap Hari
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Masa Lalu John Herdman Dibongkar Media Asing, Calon Pelatih Timnas Indonesia itu Ternyata Pernah Lakukan Kecurangan
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Langkah Cepat Atasi Gatal karena Terkena Air Genangan saat Hujan
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Program Kemensos 2025 Jadi Fondasi Awal Pelaksanaan 2026
• 1 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.