Jakarta, tvOnenews.com – Kepergian Enzo Maresca dari Chelsea kembali membuka kisah panjang peliknya kursi pelatih di Stamford Bridge. Setelah 18 bulan menjabat, pelatih asal Italia itu harus angkat kaki di tengah ketegangan internal dan performa tim yang terus menurun.
Chelsea memang dikenal sebagai klub yang keras terhadap pelatih, bahkan bagi mereka yang memiliki reputasi besar. Di era kepemilikan BlueCo, situasi tersebut tampaknya belum banyak berubah.
Keputusan Maresca untuk meninggalkan Chelsea diambil pada 1 Januari, bertepatan dengan memburuknya hubungan antara dirinya dan manajemen klub. Catatan satu kemenangan dari tujuh laga terakhir Liga Inggris membuat posisinya semakin sulit dipertahankan.
Dilansir dari Sky Sports, selain hasil buruk, kritik terselubung Maresca dalam sejumlah konferensi pers turut menjadi sorotan. Pernyataannya tentang “48 jam terburuk” usai mengalahkan Everton pun memunculkan tanda tanya besar.
Misteri tersebut belakangan terungkap dan mengarah pada ketegangan dengan tim medis klub. Maresca disebut beberapa kali berselisih pendapat terkait kondisi kebugaran dan ketersediaan pemain, termasuk soal menit bermain kapten tim Reece James.
Dari sudut pandang Chelsea, perbedaan tersebut dinilai hanya sebatas rekomendasi teknis. Pihak klub menegaskan bahwa staf medis tidak pernah mencampuri keputusan taktis sang pelatih.
Di tengah situasi internal yang memanas, Maresca bersama agennya juga menginformasikan adanya ketertarikan dari dua klub peserta Liga Champions. Meski demikian, mereka menegaskan bahwa Maresca tidak berniat hengkang dan tetap terbuka untuk membahas perpanjangan kontrak.
Namun, Chelsea menolak memberikan kontrak baru karena Maresca masih terikat perjanjian hingga 2030. Kondisi tersebut memperumit situasi dan pada akhirnya membuat sang pelatih merasa posisinya sudah tidak lagi memungkinkan.
“Enzo Maresca memutuskan mundur karena merasa posisinya tidak bisa dipertahankan,” ujar koresponden Sky Sports, Kaveh Solhekol. “Situasinya tidak sesederhana satu faktor, ada masalah hasil, komentar di media, dan ketertarikan dari klub lain.”
Laga terakhir Maresca bersama Chelsea pun berlangsung dalam tekanan tinggi. Dalam hasil imbang 2-2 melawan Bournemouth, suporter tuan rumah mencemooh dan melantangkan chant “you don’t know what you’re doing” saat Cole Palmer ditarik keluar.


