Penulis: Fityan
TVRINews – Montana
Presiden Guy Parmelin menetapkan lima hari berkabung nasional menyusul tragedi perayaan Tahun Baru di Crans-Montana.
Pemerintah Swiss resmi menetapkan masa berkabung nasional selama lima hari setelah kebakaran hebat melanda sebuah bar di resor ski populer, Crans-Montana 1 januari 2026 waktu setempat.
Tragedi yang terjadi saat perayaan malam Tahun Baru tersebut merenggut sedikitnya 40 korban jiwa dan menyebabkan 115 lainnya luka-luka.
Kebakaran mulai berkobar di bar Le Constellation sekitar pukul 01.30 waktu setempat, saat ratusan pengunjung, yang mayoritas adalah remaja, tengah merayakan pergantian tahun.
Api dilaporkan menyebar dengan sangat cepat, mengubah suasana pesta menjadi bencana dalam hitungan detik.
Presiden Swiss, Guy Parmelin, dalam pernyataan resminya menyebut peristiwa ini sebagai salah satu momen paling traumatis dalam sejarah negara tersebut.
"Ini adalah drama dengan skala yang tidak terbayangkan," ujar Parmelin saat memberikan penghormatan kepada para korban. "Banyak nyawa muda yang hilang dan terhenti begitu saja. Kita berhutang kepada mereka untuk memastikan tragedi seperti ini tidak akan pernah terulang kembali."
Kronologi dan Upaya Penyelamatan
Saksi mata di lokasi kejadian melaporkan bahwa api diduga berasal dari suar atau kembang api yang diletakkan di botol sampanye.
Api kemudian menyambar bagian langit-langit bar dan menjalar ke ruang bawah tanah yang sesak. Sempitnya tangga akses keluar memicu kepanikan dan aksi saling dorong di antara para pengunjung yang mencoba menyelamatkan diri.
Komandan Polisi Kanton Valais, Frédéric Gisler, mengonfirmasi bahwa tim darurat tiba hanya dua menit setelah panggilan darurat diterima. Skala bencana ini memicu status "siaga merah" yang melibatkan 42 ambulans dan 13 helikopter untuk mengevakuasi korban ke berbagai rumah sakit di Sion, Lausanne, Jenewa, dan Zurich.
Pihak Rumah Sakit Universitas Lausanne menyatakan tengah menangani 22 pasien berusia antara 16 hingga 26 tahun. Manajer Umum rumah sakit, Claire Charmet, menyebutkan bahwa beberapa pasien dalam kondisi kritis akibat luka bakar serius dan kerusakan paru-paru.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Jaksa Kanton Valais, Beatrice Pilloud, menegaskan bahwa penyelidikan menyeluruh sedang dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran.
"Investigasi akan mengidentifikasi keadaan persis dari apa yang terjadi," kata Pilloud. Ia juga menambahkan bahwa terlalu dini untuk menarik kesimpulan mengenai kelayakan pintu darurat atau laporan mengenai penggunaan lilin dan pipa shisha di dalam gedung.
Crans-Montana, yang biasanya dikenal sebagai destinasi mewah bagi wisatawan Eropa, kini diliputi suasana duka. Ratusan orang berkumpul dalam diam di tengah suhu dingin pada Kamis malam untuk menyalakan lilin dan meletakkan bunga sebagai bentuk simpati bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Editor: Redaktur TVRINews



