TABLOIDBINTANG.COM - Sinar matahari yang melimpah menjadi ciri khas wilayah tropis. Kondisi ini bahkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari negara-negara barat yang rela datang jauh-jauh demi menikmati panas matahari sekaligus melakukan penggelapan kulit atau tanning secara alami. Bagi masyarakat lokal, matahari juga membawa banyak manfaat, mulai dari menyuburkan tanah hingga menghadirkan bentang alam yang indah dan eksotis.
Namun di balik manfaat tersebut, ada sisi lain yang perlu diwaspadai. Ketika musim hujan berakhir, suhu udara biasanya meningkat dan rasa panas menjadi lebih menyengat. Kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan kulit, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat di luar ruangan. Aktivitas harian yang menuntut penggunaan pakaian tertutup atau formal, sebagaimana budaya ketimuran, membuat tubuh lebih mudah berkeringat. Sayangnya, pakaian yang lembap tidak selalu bisa langsung kering dan justru menjadi pemicu masalah kulit.
Salah satu gangguan yang kerap muncul adalah infeksi jamur. Apabila jamur menyerang area kulit terbuka, penanganannya biasanya lebih mudah. Namun masalah menjadi lebih serius ketika jamur tumbuh di area sensitif seperti lipatan paha, ketiak, sela-sela jari kaki, atau lipatan payudara. Selain menimbulkan rasa gatal yang intens, kondisi ini juga dapat memicu bau tidak sedap sehingga berdampak pada rasa percaya diri.
Lalu, mengapa aktivitas berkeringat bisa memicu gatal akibat jamur? Tingginya tingkat kelembapan menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan flora jamur di permukaan kulit. Tanpa perawatan dan kebersihan yang baik, jamur akan mudah berkembang dan bahkan dapat muncul dalam bentuk kutu air. Tentu kondisi ini tidak diharapkan oleh siapa pun.
Jika gangguan jamur sudah terlanjur terjadi, langkah utama yang perlu dilakukan adalah memilih penanganan yang tepat. Penggunaan obat topikal yang mampu menghambat pertumbuhan dermatofit dan ragi sangat dianjurkan. Khusus untuk area lipatan tubuh, sebaiknya memilih obat gatal berbentuk krim yang diformulasikan khusus untuk jamur dan kutu air. Obat krim ini umumnya tidak lengket, tidak menimbulkan rasa panas, tidak berbau, serta tidak menyebabkan perih. Bahkan, beberapa produk dilengkapi aroma lembut seperti melati sehingga lebih nyaman digunakan.
Krim antijamur juga dinilai praktis bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi atau rutin berolahraga. Berbeda dengan obat cair yang biasanya digunakan untuk mengatasi panu, kadas, dan kurap, obat cair bersifat lebih iritatif karena bekerja dengan cara mengelupas permukaan kulit.
Agar hasil pengobatan maksimal, Anda perlu tahu cara penggunaaan yang tepat:
Oleskan pada permukaan kulit yang gatal 2 kali sehari dalam keadaan kering.
Gosokkan krim dengan jari sampai krim menyerap ke dalam kulit.
Gunakan selama 2-6 minggu.
Pemakaian harus dilanjurkan 10 hari setelah gejala klinis menghilang.
Selain pengobatan, langkah pencegahan juga tak kalah penting. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi kunci utama untuk menghindari gatal jamur.
Kiat Menghindari Gatal Jamur:
Mandi bersih minimal dua kali sehari.
Mengganti baju yang basah atau lembap.
Menjemur pakaian hingga benar-benar kering.
Tidak menggunakan sepatu saat bersantai.
Segera membersihkan keringat setelah berolahraga, atau mandi setelah berenang.




