Harga minyak mentah turun pada Rabu (31/12), mencatat kerugian tahunan hampir 20 persen karena ekspektasi kelebihan pasokan meningkat di tengah perang tarif yang lebih tinggi, peningkatan produksi OPEC+, dan sanksi terhadap Rusia, Iran, dan Venezuela.
Dikutip dari Reuters, pada hari terakhir tahun 2025, harga minyak mentah Brent berjangka ditutup pada USD 60,85 per barel, turun 48 sen, atau 0,8 persen. Minyak mentah WTI AS turun 53 sen, atau 0,9 persen, menjadi USD 57,42 per barel.
Batu Bara
Harga batu bara menguat pada penutupan perdagangan Rabu. Berdasarkan situs tradingeconomics, harga batu bara naik 0,8 persen dan berada di harga USD 107,50 per ton.
CPO
Adapun harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) sedikit menurun pada penutupan perdagangan Rabu. Berdasarkan tradingeconomics, harga CPO turun 0,52 persen menjadi MYR 4.050 per ton.
Nikel
Harga nikel terpantau mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Rabu. Harga nikel berdasarkan tradingeconomics turun tipis 0,18 persen menjadi USD 16.750 per ton.
Timah
Sementara itu, harga timah juga terpantau mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Rabu. Harga timah berdasarkan situs London Metal Exchange (LME) anjlok 3,33 persen dan menetap di USD 40.556 per ton.





