Gejala Super Flu yang Sudah Masuk Indonesia, Apakah Beda dengan Flu Biasa?

tvonenews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Awal tahun 2026 dibuka dengan lonjakan kasus inveksi Super Flu yang telah menyebar di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, sebanyak 62 kasus Super Flu atau influenza A H3N2 subclade K, telah ditemukan di Indonesia. 

Super Flu sendiri bukanlah virus baru. Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza A H3N2 subclade K, turunan dari virus H3N2 yang telah lama dikenal dunia medis. Peningkatan kasus flu di Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat pada Oktober 2025 juga didominasi oleh varian H3N2.

Situasi global menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Data Amerika Serikat per 30 Desember 2025 mencatat influenza berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi di 32 negara bagian, meningkat tajam dari 17 negara bagian pada pekan sebelumnya.

Jumlah pasien influenza yang dirawat di rumah sakit melonjak menjadi 19.053 orang, dari 9.944 pada minggu sebelumnya.

Apa itu Super Flu?

Super Flu sering dikaitkan dengan strain virus influenza tertentu yang dominan. Virus ini menyerang sistem pernapasan, dan gejalanya bisa ringan hingga berat, tergantung pada strain dan kekebalan individu.

Virus influenza menyebar melalui droplet pernapasan ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Karena sangat menular, banyak orang bisa tertular dala m periode tertentu, membuatnya sering disebut sebagai flu musiman di banyak negara dengan suhu dingin.

Meskipun istilah super flu bisa membuat kesan dramatis, tetapi dari perspektif medis semua kasus tersebut tetap dikategorikan sebagai infeksi influenza musiman yang menyebabkan gejala yang kurang lebih sama, hanya saja intensitas, prevalensi, dan komplikasinya yang kadang berbeda antarmusim.

Gejala super flu

Influenza biasanya muncul tiba-tiba, berbeda dari banyak infeksi pernapasan lain seperti pilek yang sering berkembang perlahan. Gejala umumnya antara lain:

  • Demam atau merasa demam/menggigil: perubahan suhu tubuh yang signifikan dan kedinginan tangan atau kaki.
  • Batuk, biasanya kering dan persisten.
  • Sakit tenggorokan: rasa sakit atau gatal.
  • Pilek atau hidung tersumbat, mungkin juga ada lendir.
  • Nyeri otot atau badan: badan terasa pegal atau lemah.
  • Sakit kepala umum menyertai infeksi ini.
  • Kelelahan luar biasa: mudah lelah, tubuh terasa berat.
  • Mual/muntah atau diare: lebih sering terjadi pada anak, tapi bisa terlihat pada semua usia.

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Waspada Potensi Rob di Pesisir Bali hingga 6 Januari
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bagaimana Waktu Bermula dan Berakhir? (Bagian 2-Selesai)
• 56 menit lalukompas.id
thumb
Penghentian Insentif Mobil Listrik di 2026 Dinilai Kurang Tepat, Ini Alasannya
• 6 menit laluidxchannel.com
thumb
Kepulan Asap Ganggu Kenyamanan Wisatawan, Pedagang Sate di Malioboro Ditertibkan Satpol PP
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Detik-Detik Walkot Muslim New York Mamdani Dilantik, Sentuh Al-Quran
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.